Kamis, 2 Zulqaidah 1435 / 28 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Suriah: Perang Sipil? Ini Perang Lawan Teroris!

Kamis, 14 Juni 2012, 05:07 WIB
Komentar : 5
AP
  Pasukan pro pemerintah Suriah membawa senjata mereka mendekati kerumunan massa anti pemerintah di kawasan Kfar Suseh, Damaskus, Suriah, Senin (30/4) lalu.
Pasukan pro pemerintah Suriah membawa senjata mereka mendekati kerumunan massa anti pemerintah di kawasan Kfar Suseh, Damaskus, Suriah, Senin (30/4) lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASCUS - Pemerintah Suriah bersikeras menganggap apa yang terjadi di negaranya bukanlah perang sipil, melainkan pertempuran melawan teroris. Pernyataan itu dilontarkan menteri luar negeri pada Rabu (13/6), sehari setelah utusan PBB untuk perdamaian, Herver Ladsous, membuat penilaian atas kondisi di Suriah.

"Menyebut perang sipil sedang berlangsung di Suriah sangat tidak konsisten dengan kenyataan. Apa yang terjadi di Suriah ialah perang melawan grup teroris bersenjata yang memiliki plot menghancurkan masa depan rakyat Suriah," kata Menlu Walid Muallim

Ia mengkritik Ladsous yang pada Selasa menyatakan situasi Suriah dalam perang sipil. Walid juga menekankan agar pejabat PBB tetap netral, objektif dan tepat dalam menilai situasi.

"Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah Suriah untuk mengatasi kriminal ini dan memastikan kendali atas seluruh negara," kata Walid.

Suriah, imbuhnya, tidak pernah turun derajat dalam perang sipil. "Yang kami saksikan saat ini, ialah perjuangan menumpas pembunuh, penculik dan pengebom yang menyerang kantor-kantor pemerintahkan dan menghancurkan properti negara serta swasta," imbuhnya lagi.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : AFP
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Misteri Aksen Barat Sang Eksekutor James Foley
WASHINGTON DC -- Pembunuhan wartawan Amerika James Foley oleh pihak yang mengaku anggota ISIS terus diselidiki intelijen barat. Pelakunya fasih menggunakan bahasa Inggris...