Selasa, 3 Safar 1436 / 25 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Arab Saudi akan Rekrut Tentara Perempuan

Senin, 28 Mei 2012, 14:38 WIB
Komentar : 0
bikyamasr.com
Perempuan Arab Saudi
Perempuan Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH-- Kepala Garda Nasional Arab Saudi Pangeran Abdullah Bin Mitaab berencana membuat departemen baru dalam kesatuannya. Uniknya dalam departemen tersebut rencananya akan merekrut para prajurit dari kaum hawa.

Mengutip dari surat kabar Saudi Okaz pada Kamis (24/5) lalu, Pangeran Abdullah mengatakan bahwa Garda Nasional Saudi akan merekrut prajurit wanita. Hal ini cukup kontroversi, melihat kerajaan konservatif Saudi bahkan hingga sekarang melarang perempuan mengemudi mobil. Namun, sepertinya secara bertahap Saudi mulai menempatkan perempuan ke berbagai sektor.

Awal 2012 lalu, Kementerian Kerajaan menerapkan dekrit yang memerintahkan bahwa bisnis pakaian dalam hanya boleh di jual perempuan. Keputusan tersebut bertujuan untuk memberi perempuan lebih banyak kesempatan kerja. Selain itu pada tahun lalu, Kerajaan Saudi memberi perempuan hak untuk ikut dalam pemilu kota. Mereka juga diberi hak untuk diangkat ke Dewan Penasehat Syura Kerajaan.

Bahkan pada akhir 2010 lalu, Direktorat paspor Arab Saudi mempekerjakan perempuan. Perempuan-perempuan sipil ini dipekerjakan untuk memeriksa identitas perempuan dan membantu pelayanan. Pada 2009, Raja Abdullah berupaya memodernisasi peradilan, angkatan bersenjata dan kementerian. Dia juga menunjuk wakil menteri perempuan pertama di negara tersebut

Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : alarabiya
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Baru 10 Persen Tergarap, Wisata Lombok Masih Kalah Dari Bali
JAKARTA -- Lombok memang sudah menjadi destinasi wisata tersohor di Indonesia. Akan tetapi Lombok masih kalah tenar dengan tempat wisata yang ada di...