Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

AS-Saudi Ribut Soal Pasokan Senjata Pemberontak Suriah

Senin, 02 April 2012, 05:43 WIB
Komentar : 0
AP/Homs City Union of The Syrian Revolution
Asap mengepul dari sebuah gedung setelah tentara Suria membakar Kota Horms, basis Persatuan Revolusia Suriah, di Jeb al-Jandali, Provinsi Homs, Suriah tengah.
Asap mengepul dari sebuah gedung setelah tentara Suria membakar Kota Horms, basis Persatuan Revolusia Suriah, di Jeb al-Jandali, Provinsi Homs, Suriah tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, Menyusul situasi yang kian memanas di Suriah, perwakilan dari sebagian besar negara-negara Barat dan sejumlah sekutu Arab mereka telah berkumpul di Istanbul, Turki, untuk menggelar pertemuan kedua "Friends of Syria" pada Ahad (1/4).

Mereka membicarakan isu-isu terkait internal di Suriah, termasuk pasokan senjata kepada oposisi Suriah. Keamanan di Istanbul diperketat demi lancarnya konferensi anti-Damaskus tersebut.

Barat sebagai motor pertemuan itu mengklaim bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk menyatukan oposisi Suriah. Rupanya, dua peserta kunci, Amerika Serikat dan Arab Saudi, berbeda pendapat terkait pemasokan senjata kepada oposisi Suriah.

Riyadh ingin senjata-senjata dikirim ke kelompok oposisi di Suriah. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Saud al-Faisal menilai mempersenjatai pemberontak Suriah sebagai ide yang bagus. 

Sedangkan Washington khawatir senjata-senjata itu akan jatuh ke tangan yang salah. Rusia dan Cina serta Irak, telah memboikot pertemuan di Istanbul.

Pada Selasa, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich kepada wartawan di Moskow mengatakan bahwa konferensi di Istanbul tidak ingin mencari solusi terhadap krisis di Suriah, tetapi ingin mempersiapkan panggung baru untuk melakukan intervensi.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : IRIB/IRNA
"Orang munafik adalah orang yang banyak mencela, dan merasa dirinya lebih baik dibandingkan saudaranya"((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  koje Selasa, 10 April 2012, 10:54
bashar al asad jatuh ...
selanjutnya iran ....
dengan begitu semua negara di timur tengah sudah di obok2 oleh barat....
perhatian tinggal selanjutnya ke Indonesia, pangkalan di darwin sudah siap
  abudzarr Selasa, 3 April 2012, 11:35
semoga Allaah ta'ala membinasakan bashar assad dan bala tentaranya
  tony william Senin, 2 April 2012, 14:07
Semoga Trilateral/ china, Rusia, Iran mampu mencegah zionist Ashkenasi krna memang berbatasan dgn Suriah

  VIDEO TERBARU
Konsep SPBU ini Jadi Tren di AS
WASHINGTON -- Bayangkan, mengisi bensin sekaligus menikmati hidangan lezat yang dimasak langsung? Konsep yang sedang tren di Amerika ini memungkinkan warga memaksimalkan waktu...