Wednesday, 21 March 2012, 01:06 WIB

44 Orang Tewas Akibat Kekerasan di Irak

Red: Dewi Mardiani
AP Photo
Serangan bom di Irak
Serangan bom di Irak

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Gelombang serangan yang berlangsung Selasa (20/3) yang melanda lebih dari 12 kota di Irak menewaskan setidaknya 44 orang. Serangan itu terjadi pada peringatan invasi Amerika Serikat (AS) terhadap Irak. Kejadian itu hanya beberapa hari sebelum Baghdad menjadi tuan rumah KTT. Aksi kekerasan itu juga mencederai lebih dari 180 orang.

Ketua parlemen Irak menuding kelompok garis keras yang melakukannya, yaitu Al-Qaidah, yang berusaha melancarkan serangan-serangan bom di seluruh negara itu. Parlemen pun mengecam aksi kelompok itu.

Para pejabat mengatakan, ledakan-ledakan bom dan serangan-serangan senjata api melanda 13 kota besar dan kecil di kota Kirkuk yang menghasilkan minyak di utara dan kota Karbala di selatan. Menurut berita yang dilansir AFP, Selasa, serangan itu berlangsung dari pukul 07.00 waktu setempat (11.00 WIB) dalam aksi kekerasan paling berdarah melanda Irak selama dua bulan ini.

Di Baghdad tengah, sebuah bom mobil meledak di tempat parkir mobil di seberang gedung kementerian luar negeri, kendatipun tindakan keamanan diperketat di ibu kota itu menjelang KTT Liga Arab 27-29 Maret. Setidaknya tiga orang tewas dan sembilan 
cedera, kata para pejabat, dan memperkuat kecemasan atas kemampuan Irak menjaga keamanan bagi pertemuan itu.

Ketua parlemen Osama al-Nujaifi mengecam serangan-serangan brutal itu dan mengatakan mereka adalah bagian dari usaha-usaha Al-Qaidah untuk menganggu KTT Arab dan membuat warga-warga Irak terkena dampak aksi kekerasan. Dikatakannya, aksi yang paling parah terjadi di Kirkuk dan Karbala yang menewaskan 26 orang tewas.

Sumber : Antara
loading...