
REPUBLIKA.CO.ID, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, atau Rahbar menyatakan bahwa dunia telah membuktikan bahwa kepemilikan senjata nuklir bukan mendatangkan kekuatan. Kekuatan tidak datang dari senjata nuklir, karena kekuatan yang bangkit dari senjata nuklir juga dapat dikalahkan, dan bangsa Iran akan mengalahkannya.
Hal itu dikemukakan Rahbar Rabu (22/2), seperti dilaporkan Mehr News, dalam pertemuan dengan ketua dan para pejabat Badan Energi Atom Iran serta para ahli nuklir Iran.
Beliau menilai puncak keberhasilan para ahli Iran di bidang ilmu pengetahuan nuklir adalah menciptakan kemuliaan dan kepercayaan diri bangsa. Selain itu, memberikan teladan bagi bangsa-bangsa regional dan dunia bahwa setiap bangsa mampu melawan tekanan dan menggapai independensi serta mematahkan semua monopoli ilmiah kekuatan imperialis.
"Bangsa Iran tidak sedang mengejar senjata nuklir dan tidak akan mengejarnya karena senjata nuklir tidak mendatangkan kekuatan, akan tetapi sebuah bangsa yang mengandalkan pada kemampuan dan kapasitas tinggi sumber daya manusia dan alamnya, dapat mengalahkan kekuatan yang mengandalkan senjata nuklir," bebernya.
"Sumber daya manusia yang efektif, cerdas, ahli, berpikiran terbuka, dan bersemangat, merupakan nikmat dari Allah Swt dan meski kemajuan para ilmuwan muda Iran di bidang nuklir memiliki banyak dimensi, akan tetapi dimensi yang paling penting adalah mampu menciptakan kemuliaan pada diri bangsa Iran," tuturnya.
"Berbeda dengan propaganda yang menyatakan bahwa bangsa Iran dan pemuda negara ini tidak mampu, akan tetapi setiap perkembangan dan kemajuan ilmiah yang dicapai membuktikan bahwa bangsa ini mampu," katanya menegaskan
Rahbar menilai perkembangan ilmiah dan teknologi nuklir berkaitan dengan kepentingan nasional serta masa depan negara dan mengatakan, "Sejumlah negara yang dengan memonopoli ilmu pengetahuan secara ilegal, mereka menguasai dunia dan menyebut diri mereka sebagai masyarakat internasional, khawatir atas bocornya ilmu pengetahuan ke [tangan] bangsa-bangsa dan oleh karena itu mereka menggelar agitasi dan kontroversi anti-bangsa Iran," ungkapnya.
Rahbar menyebut penggunaan ilmu pengetahuan untuk aksi-aksi premanisme sebagai kejahatan terbesar anti-kemanusiaan. "Jika bangsa-bangsa dapat secara independen mencapai perkembangan bidang-bidang nuklir, antariksa, teknologi, ilmiah, dan industri, maka tidak ada lagi celah bagi premanisme kekuatan arogan dunia," ujarnya.
Menyinggung terbobolnya monopoli iptek kekuatan imperialis oleh Iran, Rahbar mengatakan, "Jalan kemajuan ilmiah di berbagai bidang khususnya teknologi nuklir harus dilanjutkan dengan kekuatan penuh dan keseriusan, dengan bersandar pada [pertolongan] Allah Swt dan tanpa memperhatikan propaganda kaum imperialis."
Beliau juga menekankan kembali bahwa "Tidak diragukan pihak-pihak pengambil keputusan di negara-negara di hadapan kita mengetahui bahwa Iran tidak mengejar senjata nuklir, karena dari sisi keyakinan, pemikiran, dan hukum fiqih, kepemilikan senjata nuklir adalah dosa besar dan berkeyakinan bahwa menyimpan senjata tersebut merupakan aksi sia-sia, merugikan, dan sangat berbahaya."
Ayatullah Khamenei kembali menegaskan bahwa Republik Islam Iran ingin membuktikan kepada dunia bahwa kepemilikan senjata nuklir tidak mendatangkan kekuatan, bahkan kekuatan yang mengandalkan senjata nuklir dapat dikalahkan dan bangsa Iran akan melakukannya.
damai itu indah.lebih baik bersatu untuk menyelamatkan bumi dan mensejahterakan semua umat di dunia ini.bukan untuk saling menghancurkan.
BalasTiada keraguan lagi, apakah Syiah ataupun Sunni, apakah takiyah ataupun tidak (belum terbukti), selama membawa manfaat dan mengatakan tidak pada zionist (sdh terbukti kejahatannya dr masa ke masa) maka insya Allah kemuliaan umat manusia akan tercapai. Amin
Balasmantap, semoga iran makin kuat, semoga ilmunya ditularkan ke Indonesia.. dalam bidang nuklir.
Balas