Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pemuda Islam: Hentikan Kekerasan dan Pembantaian di Suriah

Jumat, 10 Februari 2012, 16:48 WIB
Komentar : 0
mg2
Forum Solidaritas Pemuda Indonesia untuk Demokrasi Suriah melakukan longmarch dari depan masjid Istiqlal menuju Kantor Kementerian Luar Negeri
Forum Solidaritas Pemuda Indonesia untuk Demokrasi Suriah melakukan longmarch dari depan masjid Istiqlal menuju Kantor Kementerian Luar Negeri

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Forum Solidaritas Pemuda Indonesia untuk Demokrasi Suriah melakukan longmarch dari depan masjid Istiqlal menuju Kantor Kementerian Luar Negeri. Gabungan dari para mahasiswa dan pemuda Indonesia bergabung melakukan orasi sepanjang perjalanan.

Sekjen Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Andriana, menegaskan, Pemerintah Indonesia seharusnya melakukan 'steadmeant' hak Politik bebas aktif untuk membela Suriah. Menurut dia,  masalah Rusia membela otoriter Suriah itu adalah hak negara tersebut. ''Yang penting bagi kami kekerasan di Suriah dihentikan,'' ujar Andriana.

Tiga perwakilan dari demonstran akhrnya  diterima pihak Kemenlu. Dalam tuntutannya, Forum Solidaritas Pemuda Indonesia untuk demokrasi Suriah mendesak agar kekerasan dan pembantaian terhadap penduduk  segera dihentikan, karena melanggar HAM.

Forum Solidaritas Pemuda Indonesia untuk Demokrasi Suriah itu adalah gabungan dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pemuda Persatuan Umat Muslim Indonesia (Pemuda PUI), dan Jaringan Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia (JPRMI).

Dengan membawa spanduk bertuliskan 'STOP VIOLENCE', 'SYRIA=FREEDOM' dan  sejumlah  potret kekerasan di Suriah mendesak pemerintah Indonesia segera melakukan langkah nyata.

Ketua Umum KAMMI, Muhammad Ilyas mengaku kecewa dengan hasil diskusi dengan pihak Kemenlu. ''Hanya basa-basi dan formalitas tanpa ada tindakan yang konkret,'' cetusnya.

Reporter : Mg2
Redaktur : Heri Ruslan
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...