Misteri Pembunuhan Ilmuwan Iran Terungkap, AS Dalangnya

Selasa, 07 Pebruari 2012, 06:37 WIB
Misteri Pembunuhan Ilmuwan Iran Terungkap, AS Dalangnya
Mobil Peogeot 405 yang ditumpangi ilmuwan Iran, Mostafa Ahmadi Roshan, yang tewas dalam serangan bom

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Misteri pembunuhan Ilmuwan Iran telah terungkap. Amerika Serikat (AS) terbukti menjadi dalang pembunuhan ilmuwan Iran.

AS menyediakan bom pada kelompok teroris anti-Iran untuk membunuh ilmuwan Iran, Mostafa Ahmadi Roshan. "Dua bom telah diserahkan kepada sebuah Partai Kehidupan Bebas Kurdistan (PJAK), di kota Arbil, Irak oleh AS," dilaporkan oleh Resalat Harian, Senin (6/2).

Bom pertama menewaskan Ahmadi Roshan, tapi yang kedua ditemukan intelijen dan aparat keamanan, di sekitar Lapangan Resalat di Ibukota Teheran.

Ahmadi Roshan tewas, setelah terpasang bom magnetic di mobilnya, di Teheran pada 11 Januari lalu. Ia adalah seorang insinyur kimia dan menjabat sebagai wakil direktur pemasaran fasilitas nuklir Natanz Iran.

Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Aghia Khumaesi
Sumber: Press Tv
Aisyah r.a. mengatakan bahwa pada waktu Fathu Makkah (pembebasan Mekah) Nabi saw masuk dari Kada' (yang berada di) kawasan atas Mekah, (dan keluar dari kawasan bawahnya) (dan dalam satu riwayat: dari Kuda kawasan atas kota Mekah). (HR Bukhari)
Dedi kok buset, Selasa, 7 Pebruari 2012, 16:26

Lho...kabur dr negaranya kok dibilang gak punya nyali dan anti-Islam. Hadeuhhh, bgmn ceritanya?kabur itu karena sdh tdk ada perlindungan, terintimidasi hanya karena perbedaan.Lha anda pikir TKI kabur itu gara-gara apa?gara2 gak punya nyalikah?atau justru mereka itu yg bernyali?

Balas
Dedi kok buset, Selasa, 7 Pebruari 2012, 11:53

ah...ini bisa-bisanya saja iran nuding hidung orang. kalo baca sejarahnya, negara macam iran ini yang tega ngebunuh warga negaranya sendiri jika dianggap mengancam.pantes banyak warganya nekat naik perahu kabur ke australi,soale dinegaranya sendiri bisa-bisa mereka sudah dihabisi sama pemerintahnya

6 Balasan
Dedi kok buset, Selasa, 7 Pebruari 2012, 16:32

@kucrut: saya tantang anda tinggal di negara Islam versi iran barang sebulan saja. Gud lak, semoga betah yah ;)

Dedi kok buset, Selasa, 7 Pebruari 2012, 16:21

hi...hi...hi...kok pada marah,ketahuan jiwa kalian telah tersungut api kebencian, sehingga yg keluar dr mulut kalian tak lebih dari sumpah serapah.Entah apa Rosulullah mengajarkan demikian.Kl utak atik gatuk, bs sj tuh ilmuan sdh gerah dan pengen mbelot,jd..habisi sj, trus tuding as.beres

logis, Selasa, 7 Pebruari 2012, 14:35

@buset: loh buat apa ilmuwan ug majuin bangsa malah di hajar? ngak logis pernyataan dari buset.. Trus siapa yg habisi ilmuwan itu? pasti pihak yg ngak mau Iran maju.. Siapa pihak itu,..? udah pasti tau semua yg komen disini jawabannya...

dedi gobbluser, Selasa, 7 Pebruari 2012, 13:51

tuh orang yg kabur dr negara gak punya nyali..makanya kabur...makanya jd warga negara yg punya nyali dunks..kya presidennya brani,,,komen loe (dedi buset) sperti penjilat

hans, Selasa, 7 Pebruari 2012, 13:20

kau memang buset alias budak setan

kucrut, Selasa, 7 Pebruari 2012, 13:17

yang ngacir dari negeranya sendiri biasanya orang-orang bermasalah. kl di Iran orang macam gitu biasanya yang sdh kena cuci otak anti Islam. jadi g nyaman tinggal di negara islam..

yes270, Selasa, 7 Pebruari 2012, 11:35

Dunia ini emang aneh, negara iblis amerika dan israel yang terang-terang punya senjata nuklr kok nggak ada yang protes.....
Saya yakin, suatu saat nanti para iblis amerika dan israel dan semua pengikutnya, akan merasakan betapa sakitnya siksa Allah atas mereka......!!

Balas
Susilo, Selasa, 7 Pebruari 2012, 11:21

Kapan ya negara2 islam bersatu dan menggempur as.
Biar tau gmn rasa nya di gempur.amin

Balas
Janu, Selasa, 7 Pebruari 2012, 11:16

Kasian bgt lho amerika ini..kencing di celana a.k.a gentar ngliat perkembangan iran..it membuktikan america is nothing today.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...