
REPUBLIKA.CO.ID, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan, Iran akan membalas sanksi minyak yang didukung Barat dan ancaman serangan. Ini merupakan respons atas pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta yang mengatakan ia khawatir Israel akan menyerang Iran dalam beberapa bulan mendatang.
Komentar Khamenei disampaikan dalam pidato yang ditayangkan televisi pemerintah hari Jumat ketika memperingati Revolusi Islam Iran tahun 1979. Dikatakan, sanksi tidak akan memengaruhi tekad Iran melanjutkan program nuklirnya yang kontroversial. Ia juga mengatakan, Iran akan mendukung negara atau kelompok mana pun yang berniat menghadapi Israel.
Laporan harian Washington Post, yang kemudian didukung media berita lain, menyebutkan Panetta khawatir Israel mungkin akan menyerang Iran sekitar April untuk menghentikan kemajuan Teheran terkait kemungkinan membuat bom nuklir. Iran berkeras kegiatan nuklirnya untuk tujuan damai. Panetta tidak dikutip langsung dalam laporan itu dan belum berkomentar mengenai hal itu.
Israel termasuk negara, mencakup Amerika, yang mencurigai Iran mungkin memperkaya uranium untuk membuat senjata nuklir. Israel tidak mengesampingkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, sementara Amerika lebih memilih meningkatkan sanksi internasional.
Sebagai pembalasan terhadap setiap tindakan lanjut, Iran berulang kali mengancam menutup Selat Hormuz, jalur pengiriman sebagian besar minyak dunia.
jgn gentar saudaraku kalian akn mendpt pertolongan Alloh,sipengecut israel dan sekutunya akan hancur
Balasamerika berani nya main keroyokan,...jangan takut saudraku,..hancur kan semua musuh" mu.
Balassuni dan syiah sama2 islam jangan mau diadu domba sama bangsat amerika.
Balassebagai muslim "ahlulsunahwajamaah", tanpa memandang mazhab...sbg pribadi dukung Iran "syiah", demi kewibawaan n harga diri bangsa wajib membela/mempertahankan diri. andai jalan damai msih bisa diupayakan, itulah adalah pilihan yg Sangat Tepat n Baik. PEACE no WAR.
BalasDua duanya ga lebih dari main dagelan................
Balas