
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Menteri Intelijen Iran Heidar Moslehi mengatakan bahwa tekanan yang diberikan oleh Barat pada bangsa Iran, untuk membuat Teheran menghentikan dukungan pada Kebangkitan Islam tidak akan efektif. Dan Iran akan terus mempertahankan perannya menjadi inspirasi di antara negara-negara Muslim.
"Musuh berusaha untuk membatasi pengaruh regional Teheran dengan terus melibatkan masalah ke internal Iran. Namun kami akan melanjutkan peran sebagai inspirator bagi kebangkitan dunia Islam ," kata Moslehi dalam laman trend.az, Rabu (25/1).
Dia menyebut sanksi embargo minyak terhadap Iran, bukanlah ancaman. Dan Teheran menganggap bahwa hal itu sebagai sebuah kesempatan."Di dunia sekarang ini situasi ekonomi Uni Eropa tidak akan mengizinkan untuk membuat tekanan ekonomi yang serius terhadap Teheran dengan menyetujui embargo," kata Moslehi di Isfahan.
Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei juga sebelumnya mengingatkan, bahwa musuh-musuh terus berupaya maksimal untuk mencegah gerakan dan Kebangkitan Islam. Dan ini dimulai dari Iran.
benar.. dalam islam perbedaan adalah merupakan rahmat ,selama tidak keluar dari hukum2 islam. kapan negara2 islam akan maju kalau masih terus memperdebatkan hal 2 perbedaan....sudah saatnya umat islam bersatu demi kemajuan dan peradaban islam ,menjadi pemimpin dunia. amiin
Balassipp sipp.. sisihkan perbedaaan... ayo maju bersama. ayooooo muslim indonesia, mana nyalimu... jgn sibuk dg perbedaan aja..lihat yg sama< yang sama adalah ...kita ssama2 MUSLIM... catat itu !!!
BalasBenar itu tak ada yg dapat membantahnya termasuk suni sekalipun..............
BalasBenar,syiah akan memimpin.........
Balas