Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ketua Sunni Irak dan Tiga Anaknya Dibunuh

Kamis, 19 Januari 2012, 15:38 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD - Sejumlah pria bersenjata membunuh seorang kepala desa Arab Sunni dan tiga putranya ketika mereka meledakkan rumahnya di selatan Baghdad pada Rabu sebelum melarikan diri, kata para pejabat keamanan dan medis Irak.

Sesaat setelah tengah malam, orang-orang bersenjata memasuki rumah Muhammad Dwaiyeh, Kepala desa, Albu Osaj, dan tiga anaknya ditembak mati dan lainnya terluka, kata seorang pejabat kementerian dalam negeri.

Anak yang terluka adalah seorang pejuang pada milisi anti-Qaida yang dikenal sebagai Sahwa, kata pejabat tersebut. Para Sahwa berpihak pada militer Amerika Serikat melawan Al Qaida dari akhir-2006 dan seterusnya, membantu mengubah gelombang pemberontakan.

Seorang petugas medis di rumah sakit Yarmuk, Baghdad, mengkonfirmasi fasilitasnya menerima empat mayat, dan mengatakan mereka telah dikirim ke kamar mayat kota.

Albu Osaj terletak di dekat kota Lataifiyah, dalam campuran wilayah selatan ibu kota yang dikenal sebagai Segitiga Kematian untuk kekerasan tingkat tinggi di sana pada 2006 dan 2007.

Meskipun kekerasan menurun tajam dari puncaknya selama bertahun-tahun, serangan masih sering terjadi dan lebih dari 200 orang telah tewas dalam bulan-bulan sejak Pasukan Amerika Serikat menyelesaikan penarikan mereka dari Irak.

Reporter : Antara/AFP
Redaktur : Djibril Muhammad
1.609 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda