Tuesday, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 January 2018

Tuesday, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 January 2018

Seorang Warga Israel Tewas Ditembak Sniper

Rabu 10 January 2018 20:29 WIB

Red: Didi Purwadi

(File Foto) Suasana Dome of The Rock di kompleks Al Aqsa, Yerusalem, Palestina beberapa waktu lalu. Pejabat senior Pemerintahan Trump mengabarkan Trump akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan besarnya ke kota tua ini.

(File Foto) Suasana Dome of The Rock di kompleks Al Aqsa, Yerusalem, Palestina beberapa waktu lalu. Pejabat senior Pemerintahan Trump mengabarkan Trump akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan besarnya ke kota tua ini.

Foto: Oded Balilty/AP

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Serangan penembak jitu diduga telah menewaskan seorang pengendara warga Israel dalam peristiwa penembakan di wilayah Tepi Barat, yang diduduki Israel, pada Selasa. Demikian kata perwira militer dan petugas kesehatan Israel.

Korban tewas adalah warga Israel, penduduk sebuah pemukiman di dekat kota Nablus, wilayah Palestina. ''Ia ditembak ketika berada di dalam mobilnya,'' kata kepala layanan ambulans Israel, Magen David Adom kepada Radio Militer.

Pihak rumah sakit membenarkan peristiwa tewasnya warga Israel itu. Seorang juru bicara militer mengatakan bahwa tentara sedang melakukan pencarian terhadap tersangka.

Ketegangan di wilayah tersebut meningkat sejak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pada 6 Desember bahwa Yerusalem, kota yang selama ini masih dalam status sengketa, sebagai ibu kota Israel. Langkah Trump yang berlawanan dari kebijakan AS selama beberapa dasawarsa belakangan itu membuat marah warga Palestina, yang tengah berjuang menciptakan sebuah negara merdeka dengan wilayah mencakup Yerusalem, Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Israel merebut wilayah-wilayah tersebut dalam perang Timur Tengah pada 1967. Israel mencaplok Jerusalem Timur dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh dunia internasional. Mereka menyatakan bahwa seluruh kota Yerusalem merupakan ibu kota mereka yang abadi dan tak terbagi. Pernyataan Trump tersebut memicu unjuk rasa dan bentrokan di Tepi Barat, dan sepanjang wilayah perbatasan Israel-Gaza.

Perundingan perdamaian yang ditengahi oleh AS antara Israel dan Palestina terhenti pada 2014. Tawaran oleh pemerintahan Trump untuk memulai kembali perundingan di antara kedua pihak tersebut, tidak menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang nyata. Wakil Presiden Mike Pance akan melakukan kunjungan ke wilayah tersebut pada 20 hingga 23 Januari 2018.

Sumber : Antara/Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES