Kamis , 07 Desember 2017, 00:30 WIB

Jelang Pengumuman Trump, Kedutaan AS Tingkatkan Pengamanan

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Reiny Dwinanda
The Daily Beast
Presiden AS, Donald trump
Presiden AS, Donald trump

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah memberi peringatan kepada kedutaan besarnya di seluruh dunia untuk meningkatkan pengamanan. 

Hal ini dilakukan menjelang pengumuman Presiden Donald Trump, terkait pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Kabarnya, Trump akan mengumumkan kebijakan kontroversial tersebut pada Rabu (6/12) waktu setempat.

Dilansir dari Aljazirah, peringatan tersebut telah dikirimkan menggunakan sambungan rahasia selama sepekan terakhir. Pesan tersebut dikirimkan di tengah kekhawatiran akan terjadinya demonstrasi yang disebabkan pengumuman Trump.

Sementara itu, Konsulat Jenderal Amerika di Yerusalem juga menyampaikan pesan melalui akun Twitter-nya tentang larangan bagi pejabat pemerintah dan karyawannya untuk melakukan perjalanan pribadi ke Kota Tua, Yerusalem, dan Tepi Barat sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Perjalanan ke daerah-daerah tersebut hanya diizinkan untuk keperluan yang mendesak dan memang penting saja. Itu pun harus dilakukan dengan pengamanan tambahan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Warga negara AS juga sudah disarankan untuk menghindari pusat keramaian dan area yang memiliki tingkat pengamanan tinggi saat bepergian ke Israel, Tepi Barat, dan Gaza.

Laporan bahwa Trump mempertimbangkan untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel beredar sejak Jumat (1/12). 

Tidak hanya itu, Trump juga akan memindahkan kedutaan AS dari TelAviv. 

Langkah tersebut akan mengacaukan kebijakan AS selama puluhan tahun dan menimbulkan kecaman dari para pemimpin dunia yang khawatir bisa menghalangi proses perdamaian.

Sejumlah pemimpin dunia telah menyatakan sikapnya. 

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, melihat konsekuensi berbahaya bagi wilayah tersebut. Ia mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik dengan AS. 

Sementara itu, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan kepada Trump melalui telepon bahwa status Yerusalem harusnya diputuskan dalam perundingan damai antara Israel dengan Palestina.