Selasa , 22 August 2017, 23:44 WIB

Ulama Palestina Ajak Warga Pangkal Pinang Peduli Al-Aqsha

Red: Ilham Tirta
Ammar Awad/Reuters
Seorang warga Palestina berdoa di luar Masjidil Al Aqsa.
Seorang warga Palestina berdoa di luar Masjidil Al Aqsa.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKAL PINANG -- Ulama asal Palestina, Syeikh Anas Lubbad mengajak masyarakat Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar lebih peduli terhadap kondisi Masjid Al Aqsa. Situs suci ketiga umat Islam itu adalah tempat Nabi Muhammad SAW melakukan Isra Mi'raj.

"Masjid Al Aqsa merupakan tempat yang istimewa bagi agama Islam sehingga membutuhkan dukungan dan doa umat Muslim di Pangkalpinang agar dapat segera terbebas dari belenggu Israel," katanya di Pangkalpinang, Selasa (22/8).

Ia menerangkan, kondisi masjid yang diagungkan umat Muslim di dunia tersebut saat ini sangat memprihatinkan dengan upaya barikade dari Israel sejak 14 Juli yang lalu. Karena itu, umat Islam Palestina tidak dapat menjalankan ibadahnya dengan leluasa.

"Kondisi Kota Al Quds yang menjadi wilayah penyangga Masjid Al Aqsa juga selalu menjadi sasaran Israel untuk dilemahkan sehingga daerah tersebut hanya ditinggali oleh sekitar 15 persen masyarakat Palestina," ujarnya.

Menurut Anas, kondisi yang tidak kalah mengkhawatirkan terjadi di Kota Gaza yang telah diisolasi oleh Israel sejak 2005. Akibat dari isolasi itu terjadi kekurangan persediaan bahan makanan, air bersih, listrik dan kebutuhan lainnya.

"Bantuan berupa logistik yang berasal dari luar negeri sulit menembus ke Kota Gaza karena barikade ketat oleh pihak Israel," katanya.

Syeikh Anas Lubbad mengatakan, umat Muslim yang berada di luar Palestina dapat berbuat bagi keselamatan Palestina dengan tetap berpegang teguh pada ajaran agama dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Alquran. Dia meminta terus menumbuhkan kecintaan terhadap Palestina pada diri generasi penerus maupun masyarakat.

"Masyarakat Muslim di Indonesia juga dapat menyumbangkan doa maupun sebagian hartanya bagi keselamatan dan membantu masyarakat Palestina," katanya.

Selain itu, diperlukan kekompakan sekitar kurang lebih satu miliar penduduk Muslim di dunia untuk bersatu padu membebaskan masyarakat Palestina dari belenggu Israel.

Sumber : Antara