Rabu , 17 Mei 2017, 17:49 WIB

Israel: Waktunya Telah Tiba untuk Lenyapkan Assad

Rep: Kamran Dikrama/ Red: Bilal Ramadhan
myfirstclasslife.com
Bashar Al-Assad
Bashar Al-Assad

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Perumahan Israel Yoav Galant mengatakan telah tiba waktunya untuk melenyapkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Pernyataan tersebut diungkapkan menyusul laporan bahwa rezim Assad telah menbunuh ribuan tahanan politik di Suriah.

Galant berpendapat kekejaman Assad tersebut tak berbeda dengan kekejaman Holocaust Yahudi pada era Perang Dunia II. "Menurut saya, waktunya telah tiba untuk melenyapkan Assad," ujarnya pada sebuah konferensi pers mengenai pertempuran di luar Yerusalem, seperti dilaporkan laman Al Araby, Rabu (17/5).

Menurutnya, sekutu Suriah, yakni Iran, juga tak boleh luput dari sasaran. "Setelah ekor ular dipotong (rezim Assad), kemungkinan untuk bergerak ke kepala ular, yaitu Iran. Apa yang terjadi di Suriah adalah titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Perang Dunia II," tutur Galant.

Pada Senin (15/5) lalu, pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa rezim Assad telah membunuh sekitar 50 tahanan politik. Mereka dibunuh dengan cara digantung di penjara militer Sednaya yang lokasinya tak jauh dari Damaskus.

Setelah digantung, mayat-mayat mereka dilaporkan dibakar dalam krematorium. Hal keji tersebut dinilai merupakan perintah Assad. Pada Februari lalu, Amnesty International melaporkan bahwa terdapat sekitar 5.000 hingga 13 ribu orang dieksekusi di penjara militer di Sednaya. Mereka yang dieksekusi ditangkap sejak pemberontakan hingga perang Suriah meletus.