REPUBLIKA.CO.ID, JERUSALEM -- Presiden Amerika Serika, Barack Obama, Kamis (21/3), menyeru Israel agar menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jerusalem Timur. Obama mengatakan berlanjutkan kegiatan permukiman kontra-produktif bagi upaya perdamaian.
Obama, yang berada di Israel dalam kunjungan tiga-hari, menjadi pembicara utama di hadapan mahasiswa Israel. Kegiatan tersebut ditayangkan stasiun televisi secara nasional.
Di dalam pidato emosional tersebut, Obama mengatakan Negara Palestina Merdeka yang layak adalah satu-satunya cara untuk menjamin perdamaian dan keamanan bagi Israel. Dia percaya Presiden Palestina Mahmoud Abbas adalah mitra sejati bagi perdamaian dengan Israel.
"Pemerintah Israel harus mengakui berlanjutnya kegiatan permukiman kontra-produktif dengan upaya mewujudkan perdamaian dan negara Palestina yang merdeka harus dapat dipertahankan. Perbatasan sesungguhnya harus ditetapkan," kata Obama sebagaimana diberitakan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.
Obama juga menyampaikan keberatannya atas tindakan sepihak dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina. ''AS akan menentang tindakan sepihak yang berusaha melangkahi perundingan di PBB,'' katanya.