Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Obama Harus Adil Sikapi Konflik Palestina-Israel'

Rabu, 20 Maret 2013, 19:49 WIB
Komentar : 0
AP/Chuck Burton
Barack Obama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat, Barack Obama harus berlaku adil di tengah konflik negara Palestina dan Israel. Kedatangan Obama ke dua negara yang masih bertikai itu harus memberi langkah riil untuk perdamaian dua negara.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud menilai, jika kedatangan Obama tidak menghentikan aksi Israel yang masih membangun permukiman baru di wilayah Palestina, ide mendamaikan dua negara itu sia-sia.

"Rencana perdamaian sia-sia, kalau sallah satu pihak tidak mau berdamai. Harus dihentikan dulu perluasan permukimannya," kata Marsudi pada. Republika, Rabu (20/3).

Marsudi menambahkan, langkah paling dasar untuk mewujudkan rencana perundingan antara dua negara itu adalah pengakuan Amerika atas negara Palestina. Kalau sudah ada pengakuan, posisi Palestina akan sejajar Israel. Perundingan dan perjanjian damaipun lebih mudah dilakukan.

"Kalau tujuan Obama itu (mengakui Palestina), berarti itu langkah positif," tambah Marsudi.




Reporter : Agus Raharjo
Redaktur : Fernan Rahadi
1.283 reads
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

'Soal Palestina, Obama Masih Bermuka Dua'