Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Sanksi Bikin Iran Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan

Minggu, 10 Maret 2013, 17:42 WIB
Komentar : 0
telegraph.co.uk
Fasilitas nuklir Iran

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Duta besar Iran untuk Spanyol, dalam pertemuan dengan ketua parlemen Basque, mengatakan meskipun sanksi Barat terhadap Iran "menciptakan masalah buat kami, pemuda Iran mengubah negeri mereka menjadi pusat teknologi di dunia".

Menurut laporan Kedutaan Besar Iran di Spanyol Morteza Saffari Natanzi, dalam satu pertemuan dengan Ketua Parlemen Basque Bakartxo Tejeria di Kota Victoria, Ibu Kota Basque, menjelaskan secara terperinci prestasi Iran dalam tiga dasawarsa terakhir di bidang politik, ekonomi dan ilmu pengetahuan.

Saffari mengatakan sanksi yang dijatuhkan menciptakan kesulitan bagi Iran, tapi masalah itu dibandingkan dengan prestasi sangat besar Iran "bisa diterima".

Ia menyatakan program nuklir Iran sepenuhnya damai dan berada di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), dan menambahkan Iran memiliki kerja sama baik dengan IAEA dan akan terus melanjutkannya.

Duta Besar Iran tersebut menggaris-bawahi hak negara Persia itu untuk memiliki akses ke energi nulir damai dan menyebut propaganda media Barat mengenai masalah tersebut sepenuhnya politis tanpa bukti hukum sama sekali, kata laporan IRNA --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad sore.

Ia menjelaskan peran parlemen Iran dalam susunan politik negeri itu dan menyampaikan kesiapan Iran untuk memperkuat dan meningkatkan hubungan parlementer dengan Negara Bagian Basque.

Sementara itu Bakartxo Tejeria menyampaikan dukungan bagi perluasan hukuman ekonomi antara Basque dan Iran dan menjelaskan kemampuan Basque serta keinginan pejabat setempat untuk mengembangkan hubungan dengan Iran.

Ia juga menyambut baik diperkokohnya hubungan parlementer antara Iran dan Negara Bagian Otonomi Basque. Saffari juga bertemu dengan pemimpin Pemerintah.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
5.440 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...