Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mogok Makan, Tiga Tahanan Palestina Jalani Perawatan

Sabtu, 23 Februari 2013, 15:28 WIB
Komentar : 0
Majdi Mohammed/AP
Seorang warga Palestina berdiri di belakang replika penjara, saat berunjuk rasa mendukung aksi mogok makan tahanan Palestina dalam penjara Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, BETHLEHEM -- Tiga warga Palestina yang ditahan dipenjara Israel, Sabtu (23/2), akhirnya menjalani perawatan setelah menggelar aksi mogok makan.

Perawatan itu lantaran kondisi kesehatan ketiganya terus memburuk. Ketiga orang tersebut adalah, Tareq Qaadan, Jafar Ezzedine, dan Ayman Sharawrna.

Sehari sebelumnya beberapa tahanan dilarikan ke rumah sakit Israel untuk menjalani tes medis. Tiga di antaranya menjalani perawatan, lapor palinfo.com.

Azzidine dan Qaadan dibawa ke Assaf Harofeh Medical Center setelah mogok makan selama 87 hari. Sementara Sharawna mogok makan hampir menyamai rekannya Samer Issawi yang telah mogok makan selama 205 hari.

Sharawna mulai mogok makan dari 1 Juli hingga 23 Desember 2012. Pada 1 Januari kemarin ia kembali mengulangi aksinya bersama Samer Issawi. Saat ini Sharawna dipindahkan ke Soroka University Medical Center, sementara Issawi tetap di klinik penjara Ramle.

Aksi mogok makan warga Palestina tersebut untuk menuntut status penahanan mereka yang tidak jelas. Mereka ditangkap dan ditahan tanpa alasan dan dakwaan yang jelas dari pengadilan Israel.

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Karta Raharja Ucu
4.648 reads
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda