Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Studi: Israel & Palestina Saling Menjelekkan

Selasa, 05 Februari 2013, 08:10 WIB
Komentar : 0
AP/ Majdi Mohammed
Seorang gadis Palestina mencoba meninju seorang tentara Israel saat unjuk rasa memprotes perluasan permukiman Yahudi di desa Halamish, dekat Ramallah, Jumat (2/11).

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Peneliti Amerika Serikat dan Israel mengklaim jika tidak hanya Israel yang menjelek-jelekan Palestina, bangsa Palestina juga ikut mencemooh Israel.

Klaim itu dilaporkan surat kabar Israel, Haa'retz dari hasil penelitian terbaru yang didanai Departemen Luar Negeri Amerika. Para peneliti juga melibatkan Pemerintah Otonomi Palestina.

Dari hasil penelitian, buku pelajaran di sekolah-sekolah Israel dan Palestina dilaporkan saling menjelekan satu sama lain.

Studi itu menganalisis 74 buku pelajaran Israel dan 94 buku pelajaran Palestina dari kelas satu sampai 12 dalam mengenai berbagai topik.

"Salah satu kesimpulan utama penelitian ini ialah masing-masing pihak berpegang pada cerita mereka sendiri," kata satu sumber yang dekat dengan studi tersebut sebagaimana dikutip Xinhua, Selasa (5/2).

Dari studi itu diterangkan, buku-buku pelajaran Israel isinya cenderung menggambarkan tindakan negatif Palestina terhadap bangsa Yahudi daripada tindakan Israel kepada bangsa Palestina. Hasil serupa diklaim juga didapatkan di buku-buku pelajaran Palestina.

Tak hanya itu, buku-buku pelajaran itu juga menggunakan peta politik dan menggambarkan peristiwa sejarah dengan cara selektif untuk mendukung tujuan politik kedua pihak.

Para peneliti menyimpulkan Palestina dan Israel mengajarkan lebih sedikit informasi mengenai kehidupan sehari-hari, ekonomi, kebudayaan, dan agama pihak lain.

Dalam satu taklimat yang diadakan di AS, Senin pagi, salah seorang pemimpin peneliti Prof Bruce Wexler dari Yale University menyeru kedua pihak agar memasukkan lebih banyak informasi tentang pihak lain di dalam buku pelajaran mereka. "Tujuannya ialah untuk memanusiakan pihak lain," lapor The Washington Post.

Kementerian Pendidikan Israel menepis laporan tersebut. Mereka menyebut penelitian itu tidak objektif.

"Satu penelitian oleh profesional dari Kementerian itu dan di luarnya, dengan jelas memperlihatkan bahwa itu bias, tidak profesional dan sangat tidak objektif," kata Kementerian tersebut di dalam pernyataan yang dikirim kepada Xinhua.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
5.637 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda