Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pengungsi Suriah di Turki Capai 157 Ribu Lebih

Sabtu, 19 Januari 2013, 10:32 WIB
Komentar : 0
Manu Brabo/AP
Seorang wanita pengungsi Suriah bersama cucunya di sebuah kamp pengungsi di desa Azaz dekat perbatasan dengan Turki,Ahad (30/9).

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Sebanyak 157.490 pengungsi Suriah saat ini sedang berlindung di Turki setelah melarikan diri dari bentrokan di negara mereka. Demikian pernyataan resmi Turki, Jumat (19/1).

Turki telah mendirikan lima tenda di Hatay, dua di Sanliurfa, tiga di Gaziantep dan masing-masing satu di Osmaniye, Kahramanmaras dan Adiyaman.

Selain itu juga menyediakan satu kota kontainer di Kilis, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Direktorat Bencana dan Pelaksana Darurat kantor perdana menteri Turki (AFAD).

Pernyataan itu mengatakan warga Suriah yang berada di Turki diberikan dengan penginapan, makanan, pelayanan kesehatan, keamanan, kegiatan sosial, pendidikan, agama, dan layanan penerjemahan. Dikatakan bahwa sejauh ini 223.986 warga Suriah telah melarikan diri ke Turki dan 66,496 dari mereka kembali ke Suriah.

Awal pekan ini, Wakil Perdana Menteri Turki Ali Babacan mengatakan bahwa biaya bulanan untuk mengurus pengungsi Suriah di Turki mencapai sekitar 40 juta dolar AS, sementara jumlah total bantuan yang Turki telah terima untuk pengungsi Suriah dari masyarakat internasional mencapai tidak lebih dari 30 juta dolar.

Suriah berada dalam situasi yang mengerikan akibat krisis politik yang dimulai pada Maret 2011, dan sejak itu pengungsi meluber dan mempengaruhi negara-negara tetangga termasuk Lebanon, Yordania, Turki dan Irak. 

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara/ Xinhua-0ANA
1.427 reads
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...