Saturday, 9 Jumadil Awwal 1436 / 28 February 2015
find us on : 
  Login |  Register

Biadab, Masjid Al-Aqsha Makin Sering Diserang Israel

Saturday, 19 January 2013, 08:57 WIB
Komentar : 3
Emilio Morenatti/AP
Masjid Al Aqsha (bawah)
Masjid Al Aqsha (bawah)

REPUBLIKA.CO.ID, Yayasan Wakaf dan Warisan Al-Aqsha melaporkan, jumlah pemukim ilegal Yahudi, pasukan Israel dan intelijen yang menyerang masjid Al-Aqsha sepanjang 2012 meningkat tajam. Dalam sebuah laporan statistik yang dihimpun yayasan disebutkan setidaknya sebelas ribu pemukim ilegal Yahudi dan serdadu Israel yang menyerang masjid Al-Aqsha pada 2012. Sedangkan tahun 2011 jumlahnya hanya lima ribu orang.

Kantor berita PIC (Palestinian Information Center) melaporkan, serangan dalam berbagai bentuk meningkat saat musim perayaan hari raya Yahudi dimana para pemukim ilegal melakukan ritual ibadahnya di Masjidil Aqsha.

Menurut yayasan itu, Masjidil Aqsha telah mengalami berbagai serangan yang dilakukan oleh warga Yahudi, pemimpin politik dan hukum dalam upaya membagi masjid menjadi dua: untuk kepentingan umat Muslim dan Yahudi, seperti yang terjadi di masjid Ibrahim.

Penjajah Israel dan para pemukim Yahudi juga menyelenggarakan banyak konser religius di dekat Masjidil Aqsha. Berdasarkan laporan yayasan, mereka juga telah mengizinkan 300 ribu turis asing memasuki masjid Al-Aqsha sepanjang 2012 kemarin, tanpa mempedulikan kesucian masjid.

 

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : sahabat al aqsha
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Mahkamah Agung AS Pertimbangkan Gugatan Diskriminasi Hijab
WASHINGTON DC -- Seorang perempuan Muslimah AS asal Oklahoma kini menunggu putusan Mahkamah Agung terkait gugatan diskriminasi oleh jaringan toko pakaian Abercrombie and...