Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Sepuluh Aktivis Palestina Dituding Culik Warga Israel

Kamis, 27 Desember 2012, 08:59 WIB
Komentar : 0
Reuters/Ammar Awwad
Tentara Israel menggunakan senjata membubarkan warga Palestina di kompleks Masjidil Aqsa

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Badan Intelegen Israel, Shin Bet menangkap sepuluh anggota Front Pembebasan Palestina atas tuduhan rencana penculikan warga Israel, Selasa (25/12).

"Shin Bet, dengan bantuan tentara dan kepolisian Israel, menangkap senjata orang bersenjata yang disinyalir anggota PLFP,"  sebut juru bicara Shin Bet, seperti dinukil dari Al-Arabiya.net.

"Mereka," tuding Shin Bet, "sedang mempersiapkan rencana penculikan terhadap warga Israel yang selanjutnya akan digunakan untuk modal tawar-menawar dalam pertukaran tahanan. Mereka menginginkan pembebasan Kepala PFLP, Ahmed Saadat, yang saat ini dalam penjara Israel."

Dari sepuluh orang yang ditangkap, dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka utama. Keduanya adalah warga Kota Ramallah, Tepi Barat. Mereka ditangkap saat merencanakan penculikan seorang tentara Israel yang akan diperdagangkan untuk Saadat.

Sedangkan delapan lainnya didakwa atas tuduhan mengganggu ketertiban umum dan mencoba membantu dua tersangka utama.

Ahmed Saadat adalah kepala PFLP, salah satu ormas pembebasan Palestina yang dijatuhi hukuman 30 tahun penjara oleh pengadilan Israel pada 2008. Ia didakwa atas keterlibatannya dalam beberapa serangan ke Negeri Zionis tersebut.

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Karta Raharja Ucu
1.440 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda