Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Jejak Yahudi di Indonesia (bagian 5/habis)

Rabu, 19 Desember 2012, 13:24 WIB
Komentar : 1
Panoramio.com
Zionisme (ilustrasi).
Zionisme (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Sejak negara Israel berdiri, banyak imigran Yahudi meninggalkan Indonesia. Namun, tidak sedikit pula yang bertahan di Nusantara. Imigran Yahudi yang bertahan di Indonesia ini masih sering menjalin relasi dengan kerabatnya yang bermukim di Israel. 

Kini, hanya segelintirdari orang Yahudi yang tetap memilih Indonesia sebagai tempat hidup. Mereka yang memilih bertahan di Indonesia umumnya adalah imigran Yahudi asal Baghdad. Surabaya dan manado jadi dua tempat Indonesia yang masih dihuni komunitas Yahudi hingga saat ini. 

Tidak sedikit dari generasi kedua Yahudi Baghdad ini memilih pindah agama memeluk Islam dan Kristen. Para keturunan Yahudi Baghdad yang lahir di Indonesia umumnya telah meninggalkan budaya leluhurnya.

Sisa dari imigran dan keturunannya inilah yang meninggalkan jejak Yahudi di Nusantara. Sekalipun Yahudi telah berjejak di Nusantara sejak abad ke 19, namun Indonesia tetap tidak mengakui keberadaan negeri induk para Yahudi, Israel.

Di sisi lain, sejumlah pihak coba mencengkam Indonesia dengan Israel dalam sebuah hubungan diplomatik. Usaha menjejakkan perwakilan Negeri Yahudi di Indonesia dilakukan dengan membuka akun Facebook bernama Israel Berbahasa Indonesia.  Akun itu mencoba melakukan propaganda untuk menarik simpati masyarakat Indonesia pada Israel. 

Akun ini sendiri telah menjerat hamir 300 ribu pengguna Facebook asal Indonesia. Dengan gamblang, akun ini memuat misi memperbesar jejak Negeri Yahudi di tanah Indonesia....(habis) 

Redaktur : Abdullah Sammy
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...