Senin, 7 Sya'ban 1436 / 25 Mei 2015
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Jejak Yahudi di Indonesia (bagian 3)

Rabu, 19 Desember 2012, 12:30 WIB
Komentar : 1
wikipedia
Gumpalan awan akibat pemboman di Hiroshima (kiri) dan Nagasaki (kanan)
Gumpalan awan akibat pemboman di Hiroshima (kiri) dan Nagasaki (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, Yahudi Eropa berdatangan ke Nusantara pada peride 1930an. Mereka umumnya mencari suaka politik untuk menghindari pemerintahan Jerman pimpinan Adolf Hitler.

Jewishvirtuallibrary.org menulis, sekitar dua ribu imigran Yahudi datang ke Nusantara di masa itu. Ini membuat jumlah komunitas Yahudi di Nusantara nyaris menyentuh angka lima ribu jiwa. 

Komunitas Yahudi dari Eropa ini bergabung dengan komunitas Yahudi asal Timur Tengah yang telah menetap di Surabaya. Namun, tidak sedikit dari Yahudi asal Eropa ini yang memutuskan hidup di Utara Pulau Sulawesi. 

Pada tahun 1942, komunitas Yahudi di Nusantara tersudut setelah kedatangan tentara Jepang. Jepang yang jadi sekutu Jerman di Asia menempatkan para Yahudi ini di kamp-kamp penahanan.

Peruntungan Yahudi di Indonesia pun berubah setelah Amerika menjatuhkan bom atom di Horoshima dan Nagasaki tahun 1945. Seiring dengan kalahnya Jerman dan Jepang pada Perang Dunia ke II, Yahudi yang ada di Indonesia memulai babak kehidupan baru...(bersambung ke bagian 4) 

Redaktur : Abdullah Sammy
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Penggunaan Langgam Baca Alquran Jangan Dipaksakan'
JAKARTA -- Ustaz Erick Yusuf menilai penggunaan langgam dalam membaca Alquran itu jangan dipaksakan. Dalam artian biarkan logat seseorang dalam membaca Alquran keluar...