Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Gunakan Nama Roket Hamas, Parfum Ini Laris Manis di Gaza

Kamis, 13 Desember 2012, 16:55 WIB
Komentar : 0
thehimalayantimes.com
Parfum inilah yang menggunakan nama dari roket Hamas, M-75.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Seorang penjual parfum di Gaza yang menamai produk parfumnya dengan M-75 ternyata laku keras di pasaran. Pasalnya, logo M-75 di parfumnya seperti logo salah satu roket Hamas.

Ia juga mengeklaim, Hamas pernah memakai parfumnya untuk meluluri roket yang akan ditembakkan ke Tel Aviv dengan tujuan menyebarkan aroma perjuangan warga Palestina di Tel Aviv.

Sejak itu, penjualan parfum tersebut terus meroket, seiring meroketnya rudal-rudal buatan Hamas di wilayah Israel. Parfum beraroma sitrus tersebut terus terkenal dan laku keras dipasar Gaza.

"Bau parfum yang cukup kuat ini pernah dibawa roket M-75 yang mencapai Tel Aviv. Bau ini akan mengingatkan orang-orang Israel tersebut tentang kemenangan Palestina,” ungkap seorang pembeli, Ahmed Hassan, seperti dikutip thehimalayantimes.com. Dia telah memborong 30 botol parfum sebagai souvenir.

Ia sendiri seorang pelanggan parfum di salah satu toko parfum di Gaza. Pria asal Mesir tersebut mengaku sangat senang memakai parfum berlogo M-75 itu.

Sementara Direktur perusahaan parfum Style di Kontinental Gaza mengklaim parfum M-75 sebagai aroma kemenangan bagi rakyat Gaza. Ia sendiri mendapat ide setelah perang Israel-Hamas usai dan para pejuang Hamas meneriakkan kemenangan. Jadi ia memanfaatkan moment tersebut sebagai icon produknya dengan slogan Gaza menghirup aroma kemenangan.

Parfum M-75 dikemas dalam botol 60 ml (2 oz). Aroma parfum berbahan dasar jeruk, lemon, dan aroma herbal lainnya yang diramu dari berbagai bahan di Gaza. Satu botol parfum dihargai sebesar 13 USD.

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Dewi Mardiani
1.852 reads
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...