Thursday, 8 Zulhijjah 1435 / 02 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wow, AS Kecam Perluasan Permukiman Israel

Saturday, 01 December 2012, 03:26 WIB
Komentar : 0
REUTERS
Israel akan bangun 1.213 rumah baru di lingkungan Yerusalem.
Israel akan bangun 1.213 rumah baru di lingkungan Yerusalem.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Gedung Putih hari Jumat mengecam keputusan Israel membangun 3.000 rumah baru pemukim di Yerusalem Timur dan Tepi Barat sebagai "kontraproduktif" dan mengatakan, hal itu akan mempersulit pembukaan kembali perundingan perdamaian.

"Kami mengulangi penentangan lama kami atas pengumuman dan pembangunan permukiman di Yerusalem Timur. Kami yakin tindakan ini kontraproduktif dan semakin mempersulit pembukaan kembali negosiasi langsung atau mencapai solusi dua negara," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Tommy Vietor.

"Negosiasi langsung tetap menjadi sasaran kami dan kami mendorong semua pihak mengambil langkah-langkah untuk mempermudah pencapaian tujuan itu," kata Vietor.

Sebelumnya, Israel mengungkapkan rencana-rencana pembangunan rumah baru itu setelah Palestina memperoleh pengakuan sebagai negara non-anggota di PBB.

Menurut seorang pejabat Israel kepada AFP, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan membangun 3.000 rumah sebagai tanggapan atas keberhasilan Palestina di PBB.

Laporan-laporan media mengatakan, beberapa dari rumah-rumah baru itu akan dibangun di E1, sebuah daerah sangat kontroversial di Tepi Barat yang menghubungkan wilayah caplokan Yerusalem Timur dengan permukiman Maaleh Adumim.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengutuk pembangunan itu sebagai agresi Israel terhadap sebuah negara.

Israel sebelumnya telah berjanji membekukan proyek E1 sebagai bagian dari komitmennya sesuai dengan peta jalan internasional bagi perdamaian yang diluncurkan pada 2003.

Palestina menentang keras proyek itu karena sama saja dengan membelah Tepi Barat menjadi dua bagian, yang membuat rumit pembentukan negara Palestina.

Palestina ingin Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka dan sangat menentang rencana perluasan Maaleh Adumim, yang terletak lima kilometer dari ujung timur kota itu.

Dalam pemungutan suara pada Kamis di New York, Mejelis Umum PBB menyetujui sebuah resolusi yang mengakui Palestina dalam perbatasan 1967 sebagai sebuah negara pengamat non-anggota di badan dunia tersebut.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  ruhut Sunday, 2 December 2012, 11:49
ayo israel, majau tequs, hajar tu palestina
  bina Saturday, 1 December 2012, 19:01
as,negara termunafik di muka bumi,
  ara Saturday, 1 December 2012, 15:07
sandiwara politik, pemanis muka yg gosong
  Asih Budi Saturday, 1 December 2012, 13:47
Setujuuu...BOICOT israel..!!!
dan terus berdoa buat Palestina...!!!
Allahu Akbar...!!!
  arya Saturday, 1 December 2012, 11:42
Kenapa hrs Wow bung.amerika melarang perluasan pemukiman israel karena amerika kasihan sama israel yg lg krisis supaya uangnya jangan di hambur2kan utk perumahan,mending utk persiapan perang dg Iran atau Hamas.amrik tetep aja sodaranya israel jangan mau di bo'ongin...

  VIDEO TERBARU
Ingin Atur Keuangan? Beli Jam Ini
JAKARTA -- Smartwatch dikenal bukan hanya memberikan informasi waktu, tapi juga memonitori aktivitas harian. Kini hadir Cash Smartwatch yang akan memonitori hal penting...