Friday, 27 Safar 1436 / 19 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Saban Bulan 15 Ribu Warga Gaza Hafal Alquran

Monday, 26 November 2012, 16:05 WIB
Komentar : 1
X00410
Wanita Palestina di bekas reruntuhan
Wanita Palestina di bekas reruntuhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski dibalut blokade, di Jalur Gaza, Palestina, saban bulan selalu ada perhelatan wisuda 15 ribu penghafal Alquran.

Jika dibandingkan kondisi di Indonesia yang aman, nyatanya belum ada ruang waktu untuk menghafal Alquran. Melihat ketakwaan Muslim Palestina, mujahidah Nurjanah Hulwani sangat bersyukur, muncul kesadaran dari para muslimah.

Politisi yang sejak 2009 telah menginjakkan kaki ke Gaza dua kali ini mengatakan ia dan kawan-kawan fokus membantu bidang pendidikan, kesejahteraan, dan kebudayaan, hukum serta kajian tentang perempuan dan anak-anak di daerah miskin.

"Walaupun dengan spesifikasi tersebut, kami tetap menyadari bahwa kekuatan kami tak dapat rnengubah seluruh dunia, tapi kami yakin tekad kami akan membantu kami, entah bagaimana caranya, untuk sedikit demi sedikit, menumbuhkan rasa optimis pada perempuan anak-anak di banyak tempat," ujar Nurjanah.

Pendiri The Spirit of Al Aqsa Ustaz Bachtiar Natsir juga menyemangati para Muslimah agar tak segan membantu Muslim Palestina. "Ini perang tiada akhir, tapi kali ini Israel insya Allah cepat ditaklukkan," ujar Bachtiar berharap.

Baca Juga:

'Di Mata Allah, Jihad Amalan Tertinggi'

'Serang Gaza, Cara Israel Hapus Regenerasi Palestina'

Ini Cara Muslimah Indonesia Jihad untuk Palestina.

Reporter : Indah Wulandari
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...