Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Saban Bulan 15 Ribu Warga Gaza Hafal Alquran

Senin, 26 November 2012, 16:05 WIB
Komentar : 1
X00410
Wanita Palestina di bekas reruntuhan
Wanita Palestina di bekas reruntuhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski dibalut blokade, di Jalur Gaza, Palestina, saban bulan selalu ada perhelatan wisuda 15 ribu penghafal Alquran.

Jika dibandingkan kondisi di Indonesia yang aman, nyatanya belum ada ruang waktu untuk menghafal Alquran. Melihat ketakwaan Muslim Palestina, mujahidah Nurjanah Hulwani sangat bersyukur, muncul kesadaran dari para muslimah.

Politisi yang sejak 2009 telah menginjakkan kaki ke Gaza dua kali ini mengatakan ia dan kawan-kawan fokus membantu bidang pendidikan, kesejahteraan, dan kebudayaan, hukum serta kajian tentang perempuan dan anak-anak di daerah miskin.

"Walaupun dengan spesifikasi tersebut, kami tetap menyadari bahwa kekuatan kami tak dapat rnengubah seluruh dunia, tapi kami yakin tekad kami akan membantu kami, entah bagaimana caranya, untuk sedikit demi sedikit, menumbuhkan rasa optimis pada perempuan anak-anak di banyak tempat," ujar Nurjanah.

Pendiri The Spirit of Al Aqsa Ustaz Bachtiar Natsir juga menyemangati para Muslimah agar tak segan membantu Muslim Palestina. "Ini perang tiada akhir, tapi kali ini Israel insya Allah cepat ditaklukkan," ujar Bachtiar berharap.

Baca Juga:

'Di Mata Allah, Jihad Amalan Tertinggi'

'Serang Gaza, Cara Israel Hapus Regenerasi Palestina'

Ini Cara Muslimah Indonesia Jihad untuk Palestina.

Reporter : Indah Wulandari
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Langgar Koalisi Tanpa Syarat, Pengamat: Jokowi Harus Ikuti Anjuran KPK dan PPATK
JAKARTA -- Joko Widodo telah mengajukan nama calon menterinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pengamat politik,...