Saturday, 29 Muharram 1436 / 22 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mesir di Bawah Mursi Ciptakan Wajah Baru di Timur Tengah

Thursday, 22 November 2012, 21:25 WIB
Komentar : 1
REUTERS
Presiden Mesir, Muhammad Mursi, hadir di KTT GNB 2012 di Teheran, Iran.
Presiden Mesir, Muhammad Mursi, hadir di KTT GNB 2012 di Teheran, Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, Mesir dipandang telah memberi wajah baru dalam perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah saat ini. Mursi adalah petinggi partai sayap kanan Ikhwanul Muslimin yang menguasai pemerintahan di Kairo saat ini.

Ikhwanul Muslimin dikenal memiliki afiliasi politik dengan Hamas. Mursi yang belum genap setahun memimpin Mesir, adalah mentor bagi Pemimpin Hamas Khaled Mashaal. Mashaal terlibat panjang dengan Israel untuk gencatan kali ini.

The New Times mengatakan pengakuan Washington untuk menjadi wasit dalam konflik Gaza mulai tergusur dan akan luntur sepanjang Ikhwanul Muslimin menguasai Mesir. Mesir di bawah Mursi telah membawa pengaruh yang tinggi bagi kawasan.

Dia meningkatkan peran regional Mesir di kawasan. Mursi telah menjadi sekutu internasional dan menjadi negara paling penting bagi Hamas maupun negara-negara di kawasan. Sama pentingnya seperti dukungan Presiden Barack Obama bagi Israel.

Dorongannya kepada Hamas untuk menyetujui gencatan senjata dinilai taruhan tersendiri baginya. Versi analisa Media AS menyebut Mursi dibawah tekanan kuat Ikhwanul Muslimin hingga membuat dirinya harus mengikuti perlawanan terhadap Israel. Begitu juga pribadi dan ideologisnya membuat dirinya akrab dengan Hamas.

Namun di sisi lain tekanan internasional membawanya harus meminimalisir kekecewaan Israel. Para analisis tentu saja mengatakan hal tersebut terkait dengan bantuan AS dalam upaya pinjaman 4,8 miliar dollar AS dari Dana Moneter Internasional. "Mesir tidak akan pulih tanpa Washington, kata Negosiator Palestina, Khaled Elgindy, seperti dikutip New York Tmes, Kamis (22/11).

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menata Rambut dengan Kacamata Pintar
NEW YORK -- Tutorial penataan rambut banyak diunggah ke situs-situs video seperti YouTube. Tetapi salon di New York baru-baru ini menguji coba metode...