Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Israel tak Akui Gencatan Senjata

Rabu, 21 November 2012, 06:49 WIB
Komentar : 0
maannews
Reruntuhan Masjid di Gaza yang hancur akibat agresi Israel

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO  --  Kabar terjadinya gencatan senjata antara Israel dengan Hamas ditolak ditolak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia mengatakan mengungkapkan proses pembicaraan menuju gencajatan senjata belum berakhir.

Pernyataan Netanyahu sekaligus menyangkal pemberitaan dari Kairo, Mesir. Sebelumnya diberitakan Hamas dan Zionis Israel telah sepakat untuk menghentikan serangan mulai Selasa (21/11).

Netanyahu mengungkapkan pembicaraan tersebut belum berakhir karena belum ada jaminan jangka panjang bagi penghuni wilayah Israel untuk terhindar dari serangan-serangan roket Hamas. "Kesepakatan itu tidak ada," kata Netanyahu seperti dilansir Today Zaman.
 
Sebelumnya, pejabat Hamas, Ayman Taha, mengatakan pembicaraan di Kairo mengenai penghentian serangan telah dicapai. "Sebuah perjanjian untuk ketenangan telah tercapai," katanya.

Presiden Muhammad Mursi mengatakan kunjungan pemimpin internasional ke meja kesepakatan Senin (20/11) lalu telah membawa hasil yang baik untuk kedamaian di Gaza. "Penghentian agresi Zionis Israel tersebut akan berakhir pada Selasa," ujar Mursi kepada saluran berita resmi Mesir, MENA.

Sama dengan Mursi, Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, juga mengatakan gencatan senjata berhasil dicapai. Ia bersama rombongan para menlu Liga Arab juga saat ini juga sedang berada di Gaza.

Dunia Internasional mendesak Hamas dan Israel untuk menghentikan serangan. Mesir menyediakan meja untuk sepakat melakukan gencatan senjata segera. Turki dan Qatar ikut menjadi pengawas dalam negosiasi gencatan kali ini.

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Fernan Rahadi
Sumber : Reuters
2.957 reads
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda