Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Para pengunjuk rasa mengenakan topeng yang menggambarkan dari kiri : Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy,Perdana Menteri Inggris David Cameron,Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande, sedang membaca koran nasional yang memuat

  • Seorang pengunjuk rasa mengenakan topeng Perdana Menteri Inggris David Cameron di Brussels, Senin (19/11).(AP/ Yves Logghe)

  • A protester wears a mask French President Francois Hollande, as he reads a spoof national paper with findings from the European poll that global campaigning organisation Avaaz ran in Britain, France and Germany, which shows that the majority of people back

  • Seorang pengunjuk rasa mengenakan topeng Presiden Prancis Francois Hollande di Brussels, Senin (19/11).(AP/ Yves Logghe)

  • Para aktivis membentangkan bendera Palestina raksasa dalam aksi mendukung negara Palestina merdeka di luar Gedung Dewan Uni Eropa di Brussels, Senin (19/11). (Reuters/Francois Lenoir)

In Picture: Masyarakat Uni Eropa Dukung Palestina Merdeka

Senin, 19 November 2012, 23:17 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,BRUSSELS -- Sejumlah aktivis melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Uni Eropa di Brussels, Senin (19/11).

Mereka mendesak pertemuan menteri luar negeri Uni Eropa yang tengah membahas krisis Timur Tengah untuk mendukung keputusan berdirinya negara Palestina merdeka.

Menurut hasil jajak pendapat yang digagas oleh organisasi LSM Avaaz menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Uni Eropa mendukung berdirinya negara Palestina.

Redaktur : Mohamad Amin Madani
6.166 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda