Petugas pemadam kebakaran Palestina mencari korban yang tertimpa reruntuhan bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Jebaliya sebelah Utara Jalur Gaza, Sabtu (17/11). (AP/Hatem Moussa)
Petugas pemadam kebakaran Palestina mencari korban yang tertimpa reruntuhan bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Jebaliya sebelah Utara Jalur Gaza, Sabtu (17/11). (AP/Hatem Moussa)
Petugas pemadam kebakaran Palestina mencari korban yang tertimpa reruntuhan bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Jebaliya sebelah Utara Jalur Gaza, Sabtu (17/11). (AP/Hatem Moussa)
Seorang warga Palestina memeriksa reruntuhan bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Jebaliya sebelah Utara Jalur Gaza, Sabtu (17/11). (AP/Hatem Moussa)
Sejumlah wanita dan anak-anak mengumpulkan barang-barang dari rumah mereka yang hancur akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Jebaliya sebelah Utara Jalur Gaza, Sabtu (17/11). (AP/Hatem Moussa)
Seorang pria Palestina berjalan di antara puing-puing kantor Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza City, Sabtu, (17/11). (AP/Hatem Moussa)
In Picture: Kantor Haniya dan Pemukiman Warga Sipil Menjadi Target Serangan Udara Israel
Sabtu, 17 November 2012, 16:14 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,GAZA -- Serangan udara Israel menargetkan kantor Perdana Menteri Ismail Haniya dan sejumlah bangunan pemukiman warga sipil. Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan udara tersebut.
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...