Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Petugas pemadam kebakaran Palestina mencari korban yang tertimpa reruntuhan bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Jebaliya sebelah Utara Jalur Gaza, Sabtu (17/11). (AP/Hatem Moussa)

  • Petugas pemadam kebakaran Palestina mencari korban yang tertimpa reruntuhan bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Jebaliya sebelah Utara Jalur Gaza, Sabtu (17/11). (AP/Hatem Moussa)

  • Petugas pemadam kebakaran Palestina mencari korban yang tertimpa reruntuhan bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Jebaliya sebelah Utara Jalur Gaza, Sabtu (17/11). (AP/Hatem Moussa)

  • Seorang warga Palestina memeriksa reruntuhan bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Jebaliya sebelah Utara Jalur Gaza, Sabtu (17/11). (AP/Hatem Moussa)

  • Sejumlah wanita dan anak-anak mengumpulkan barang-barang dari rumah mereka yang hancur akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Jebaliya sebelah Utara Jalur Gaza, Sabtu (17/11). (AP/Hatem Moussa)

  • Seorang pria Palestina berjalan di antara puing-puing kantor Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza City, Sabtu, (17/11). (AP/Hatem Moussa)

In Picture: Kantor Haniya dan Pemukiman Warga Sipil Menjadi Target Serangan Udara Israel

Sabtu, 17 November 2012, 16:14 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA -- Serangan udara Israel menargetkan kantor Perdana Menteri Ismail Haniya dan sejumlah bangunan pemukiman warga sipil. Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan udara tersebut.

 

Redaktur : Mohamad Amin Madani
2.376 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda