Jumat, 5 Syawwal 1435 / 01 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Rabbi Yahudi Ortodoks Inggris: Iran Biang Keladi di Gaza

Jumat, 16 November 2012, 18:25 WIB
Komentar : 1
AP
Asap membumbung di Kota Gaza dari ledakan yang disebabkan serangan udara Israel.
Asap membumbung di Kota Gaza dari ledakan yang disebabkan serangan udara Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kepala Rabbi Yahudi Ortodoks Inggris, Lord Sacks menuduh Iran turut andil dari situasi di Gaza, Palestina. Pernyataan itu diungkapkannya dalam wawancara bersama Radio 4.

"Saya pikir, situasi di Gaza ada hubungannya dengan Iran," kata dia,  seperti dikutip dailymail.co.uk, Jumat (16/11). 

Namun, ia menolak untuk menjelaskan detail pernyataannya itu. Buru-buru ia meminta seluruh masyarakat dunia untuk mendoakan dan memohon terciptanya perdamaian tidak hanya di wilayah Gaza, tetapi seluruh dunia. 

"Tidak ada satu keuntungan dari kekerasan. Ini adalah masalah dimana kita harus berdoa agar terciptanya perdamaian," kata dia. 

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Djibril Muhammad
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tren Arus Mudik Saat Arus Balik di Pasar Senen
 JAKARTA -- Pada H+3 Stasiun Pasar Senen tak hanya menerima arus balik. Geliat arus mudik di Stasiun ini masih cukup tinggi. Menurut Kepala Humas...