Kamis, 4 Syawwal 1435 / 31 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Palestina Minta Perlindungan Internasional untuk Al Aqsha

Senin, 17 September 2012, 20:33 WIB
Komentar : 0
Palestineremembered.com
Masjid Al Aqsa, Yerusalem.
Masjid Al Aqsa, Yerusalem.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Pemerintah Palestina di Gaza meminta masyarakat internasional dengan seluruh lembaganya memberikan perlindungan internasionalnya untuk masjid al Aqsha, yang dari waktu ke waktu mengalami penyerbuan dan penodaan dari kelompok-kelompok rasis Zionis Israel yang dilindungi kepolisian penjajah Israel.

Menteri Wakaf dan Urusan Agama di Gaza, Dr. Ismail Ridwan, dalam pernyataan yang disampaikan kemarin, Ahad (16/9), mengecam penyerbuan para pemukim pendatang Zionis Israel area masjid al Aqsha yang mendapatkan penjagaan dan perlindungan pasukan khusus Zionis Israel, berkenaan dengan memen hari raya tahun baru Ibrani yang berlangsung hingga tiga hari mendatang.

Ridwan menilai penodaan yang terjadi pada kota suci al Quds adalah karena tidak adanya tindakan yang mencegah aksi-aksi rasis Zionis. Dia mengingatkan pentingnya mengungkap praktik-praktik brutal yang dilakukan penjajah Zionis Israel terhadap kota suci al Quds.

Ridwan mengingatkan pernyebuan serupa bisa terjadi pada hari-hari mendatang. Dia menyerukan warga al Quds dan mereka yang bersiaga di masjid al Aqsha untuk menghadang setiap upaya pernyebuan seperti ini.

Redaktur : Djibril Muhammad
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar