Senin , 23 Juli 2012, 16:32 WIB

Hamas Bantah Gaza Pisahkan Diri dari Tepi Barat

Rep: Gita Amanda/ Red: Hafidz Muftisany
Logo Hamas
Logo Hamas

REPUBLIKA.CO.ID, BETHLEHEM-- Senior Hamas Mahmoud Zahhar membantah laporan yang mengatakan Hamas tengah mempertimbangkan memisahkan Gaza dari Otoritas Palestina. Seperti diketahui selama ini Otoritas Palestina Fatah mengusai wilayah Tepi Barat.

Menurut Zahhar, isu tersebut dihembuskan oleh musuh-musuh Hamas yang berusaha untuk mempertahankan blokadenya di Gaza." Masalah ini belum dibahas secara resmi dalam Hamas, namun beberapa anggota telah menyatakan pemikirannya secara pribadi," ujar dia.

Surat Kabar London berbahasa Arab Al-Hayat Ahad (22/7) lalu melaporkan, bahwa Hamas tengah mempertimbangkan untuk menyatakan Gaza sebagai entitas sendiri. Ini menyiratkan, Gaza ingin memisahkan diri dari Tepi Barat yang dikuasai Otoritas Palestina.

Menurut laporan tersebut, pejabat Hamas mengatakan Mesir akan kembali merakukan perubahan. Termasuk dengan meningkatkan hubungan perdagangan dengan Hamas.

Zahhar mengatakan tak ada sama sekali pembicaraan terkait hal tersebut dengan Mesir. Ia menambahkan, pertemuan Hamas dengan pemimpin Mesir dinilai sebagai langkah positif.

Menurut Zahhar sebuah komite Mesir memang dijadwalkan akan mengunjungi Jalur Gaza dalam waktu satu pekan. Namun kunjungan tersebut bertujuan mempelajari mekanisme yang diperlukan, untuk mengakhiri pengepungan di Jalur Gaza.

Masih menurut Zahhar rencananya Jalur Gaza akan segera terhubung dengan jaringan listrik Mesir dan pipa gas alam. Upaya ini dilakukan untuk menyediakan pasokan gas alam ke Jalur Gaza melalui Mesir.

"Isu ini telah didiskusikan di Kairo, namun pelaksanaannya akan memakan waktu mengingat situasi Mesir yang kembali tak stabil," kata dia.

Sebelumnya pada Kamis (19/7) lalu, Ketua Hamas Khalid Mashaal bertemu dengan Presiden Baru Mesir Muhammad Mursi. Keduanya membahas mengenai awal baru hubungan Mesir dan Palestina.

Namun sejauh ini, Hamas belum melihat tanda-tanda pergeseran kebijakan sejak terpilihnya Mursi. Mashaal mengatakan, Presiden Mesir dan intelijen akan terus menggiring proses rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah sejak tahun lalu.