Rabu, 8 Zulqaidah 1435 / 03 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Babak Baru Kebrutalan Zionis

Kamis, 19 Juli 2012, 05:36 WIB
Komentar : 15
Anti Zionist
Anti Zionist

REPUBLIKA.CO.ID, Babak baru ekspansi rezim Zionis terhadap wilayah Palestina terutama tempat-tempat suci umat Islam termasuk Masjid al-Aqsha memicu reaksi keras dari berbagai kalangan.

Pasalnya, penasihat hukum Benjamin Netanyahu baru-baru ini mengklaim bahwa Masjid al-Aqsha sebagai bagian tak terpisahkan dari Israel. Penasihat perdana Menteri Israel itu menyebut Masjid al-Aqsha termasuk dalam wilayah hukum Zionis, khususnya berdasarkan undang-undang peninggalan bersejarah. Sontak, klaim tersebut memicu kemarahan para pejabat Palestina dan umat Islam di seluruh dunia.

Muqawama Islam Palestina, Hamas mendesak umat Islam sedunia segera bertindak tegas dalam untuk mendukung Masjid al-Aqsha dari konspirasi Israel. Menteri Wakaf dan Urusan Agama Palestina, Mahmoud Habbash mengecam pernyataan infaktual Israel tersebut, dan menegaskan bahwa Masjid al-Aqsha adalah bagian dari wilayah Palestina.

Dia menilai komentar pejabat teras Tel Aviv itu sebagai bentuk lain dari perampasan hak-hak bangsa Palestina di kota suci Quds. Habbash menegaskan bahwa Masjid al-Aqsha adalah milik umat Islam dan rezim Zionis sama sekali tidak punya hak atas tempat suci itu.

Pejabat teras Palestina itu menyerukan supaya masyarakat internasional dan lembaga-lembaga HAM dunia mengambil langkah serius demi membela tempat-tempat suci umat Islam.

Gelombang reaksi kecaman juga mengalir deras dari luar Palestina. Organisasi Kerjasama Islam (OKI) misalnya, mengeluarkan kecaman keras mereaksi sepak terjang destruktif Israel tersebut. OKI menegaskan bahwa umat Islam sedunia tidak akan tinggal diam atas sikap Israel terhadap Masjid al-Aqsha.

Pada tahun 1948, Israel merampas Baitul Maqdis Barat dari Palestina. Selanjutnya, rezim Zionis menduduki Baitul Maqdis Timur pada tahun 1967. Empat belas tahun  kemudian, Israel memasukkan Baitul Maqdis sebagai bagian dari wilayahnya sebagai sarana melicinkan pengakuan publik dunia atas eksistensi haram rezim agresor itu, dengan ibu kota al-Quds. Tidak hanya itu, Israel juga mengklaim kompleks bersejarah umat Islam seperti Masjid al-Aqsha sebagai bagian dari wilayahnya.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : IRIB/IRNA
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Masjid Pertama di Alaska Resmi Dibuka
ALASKA -- Alhamdulillah, sebuah masjid di Alaska resmi dibuka sekaligus menjadi bangunan masjid pertama disana. Seperti dilansir dari Onislam.com, Selasa (2/9), masjid ini...