Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hamas dan Fatah Tunggu Undangan Mursi

Monday, 09 July 2012, 11:05 WIB
Komentar : 1
Faksi gerakan Islam di Palestina: Hamas dan Fatah
Faksi gerakan Islam di Palestina: Hamas dan Fatah

REPUBLIKA.CO.ID, BETHLEHEM-- Hamas terus berusaha mengatur pertemuan pemimpin mereka dengan Presiden Mesir Muhammed Mursi untuk membahas permasalahan Palestina. Namun otoritas Mesir nampaknya akan mengkaji ulang prioritas mereka dan belum bersikap mengenai permasalahan Palestina.

Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas juga belum menerima undangan untuk bertemu dengan pemerintah baru Mesir. "Otoritas Palestina belum menerima undangan resmi untuk pertemuan Abbas dan Mursi, itu karena situasi di Mesir belum stabil. Seiring waktu, kami yakin undangan itu akan datang," kata ajudan Abbas, Nimir Hammad.

Wartawan senior Mesir, Ashraf Abu al-Houl percaya pimpinan Mesir akan segera mungkin merangkul Abbas. Begitu juga dengan Hamas yang berbasis di Gaza. "Abbas mungkin akan diundang sebagai representasi negara, sedangkan Haniya atau Meshaal akan diundangn secara pribadi," ujarnya.

Sementara itu beberapa laporan mengatakan Presiden Mesir, Muhammed Mursi mempertimbangkan untuk mengundang baik Abbas maupun Haniya secara bersamaan. Namun langkah ini mungkin menemui kendala karena beberapa pertemuan antara dua faksi belum menemui hasil.

"Hamas tidak menyadari bahwa dengan mempertahankan pemerintahan mereka di Gaza justru akan menghambat proses rekonsiliasi," kritik Hammad. Sementara proses reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Mahmoud Abbas juga mendapatkan kritik oleh Hamas sebagai 'mempertahankan status quo'.

Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : Ma'an News
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka."((Hujuraat 49:11) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hampir Sama dengan Sistem Pesawat, Pengemudi Truk Ini Bisa 'Selonjoran'
WASHINGTON DC -- Truk biasanya digunakan untuk mengantar barang jarak jauh. Kelelahan selalu menjadi kendala dari pengemudi truk. Akan hal itu Mercedes-Benz menciptakan...