Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

PBB Tunjuk Pakar Selidiki Pemukiman Israel

Sabtu, 07 Juli 2012, 22:17 WIB
Komentar : 5
Pemukiman Israel
Pemukiman Israel

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat telah menunjuk seorang hakim Prancis, Christine Chanet untuk memimpin sebuah kelompok berjumlah tiga orang yang akan bertugas melakukan penyelidikan apakah sejumlah pemukiman Israel di wilayah Palestina telah melanggar undang-undang hak-hak asasi manusia.

Selain Chanet, tim tersebut diisi oleh pengacara Pakistan Asma Jahangir dan hakim Botswana Unity Dow.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) meluncurkan perintah penyelidikan pada Maret atas inisiatif otoritas Palestina terhadap organisasi 47 negara itu. Sementara sekutu Israel, AS, adalah satu-satunya negara yang menentang inisiatif itu.

Israel sendiri dengan tegas menolak penyelidikan itu. "Pembentukan misi ini adalah merupakan ekspresi jelas untuk mengucilkan Israel dari UNHRC," menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel.

Bahkan Israel telah menyatakan tidak akan memperbolehkan kelompok itu masuk ke wilayah Israel. "Misi pencarian fakta ini tidak akan memperoleh sambutan kerja sama di Israel, dan anggota-anggotanya tidak akan diperbolehkan untuk masuk Israel dan kawasannya."

Sekalipun penyidik menyimpulkan pembangunan pemukiman itu melanggar hukum hak asasi manusia, oposisi AS mungkin akan berusaha keras untuk menghalangi pemberian hukuman pada Israel.

Dewan HAM PBB mengatakan bahwa rencana Israel membangun unit-unit perumahan baru di Tepi Barat and Jerusalem Timur hanya akan merusak proses perdamaian dan menimbulkan sebuah ancaman bagi solusi dua negara dan penciptaan negara Palestina merdeka.

Sekitar 500 ribu orang Israel dan 2.5 juta orang Palestina tinggal di Tepi Barat dan Jerusalem Timur, daerah-daerah yang dirampas Israel dalam perang 1967. Orang-orang Palestina menuntut wilayah itu untuk membentuk sebuah negara merdeka bersama dengan Gaza.



Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara/Reuters
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  nur Selasa, 10 Juli 2012, 02:04
sudah jelas dan terang bahwa agama islam bukan negara Penghancur, islam cinta damai. jadi sekarang jelas agama apa yg sebenarnya pembawa perdamaian. Apakah Israel mayoritas Islam? tidak!!!. apakah Amerika mayoritas Islam? tidak!!! jadi jelas sudah islam pembawa perdamaian.
  abusyahidah Minggu, 8 Juli 2012, 23:02
bani israil adalah kaum yg dilaknat oleh ALLAH,tempat mereka NERAKA JAHANNAM. IBLIS yg berkedok manusia adalah ISRAEL LAKNATULLAH
  safar Minggu, 8 Juli 2012, 21:47
betul itu... dari dulu gitu2 ja nya. PBB tak bisa buat apa2.
  mimbar Minggu, 8 Juli 2012, 17:08
hanya basa basi,iya ndak apa apalah,siapa tahu dg pertolongan Allah tiba tiba berubah jd sungguhan,amiin
  ariel a smith Minggu, 8 Juli 2012, 04:36
percuma saja karena pada dasarnya PBB tak berdaya tdhd ulah zionist barbarian meguasai tanah rakyat Palestina dan mendirikan pemukiman diatasnya.