Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

PBB: Israel Sedang Lakukan Politik Aphertheid

Selasa, 03 Juli 2012, 09:02 WIB
Komentar : 4
press tv
Pemantau Khusus PBB untuk masalah Palestina, Richard Falk
Pemantau Khusus PBB untuk masalah Palestina, Richard Falk

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA-- Pemantau Khusus PBB untuk masalah Palestina, Richard Falk menuduh masyarakat internasional bersekongkol dalam kebijakan Israel membangun pemukiman ilegal di Palestina. Falk menyebut rezim Israel sedang malakukan politik Aphertheid

Falk menyatakan ini dalam konferensi pers setelah memaparkan temuannya di Komisi Hak Asasi PBB di Jenewa, Senin (2/7) seperti dilaporkan AFP.

"Masyarakat internasional sedang berkonspirasi -mungkin tanpa mereka sadari- dalam proses ketidakadilan dalam konflik ini," kata Falk tentang pemukiman liar Israel.

Dia mencatat warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel tidak diberikan perlindungan hukum dan diperlakukan serupa dengan Apartheid.

"Saya pikir yang harus dimulai adalah menyebut satu nama sebagai pihak yang bertanggung jawab," ucapnya yang menyamakan 'sistem hukum diskriminatif' di Tepi Barat mirip apa yang menimpa Afrika Selatan silam.

Dalam laporannya, Falk menyatakan keprihatinan tentang langkah Israel yang melakukan penahanan administratif, perluasan pemukiman dan kekerasan oleh pemukim Yahudi.

Penahanan administratif adalah penjara tanpa tuduhan dan pengadilan untuk menahan warga Palestina selama enam bulan. Penahanan ini bisa diperpanjang sekehendak Israel tanpa batas waktu yang ditentukan.

Reporter : Adi Wicaksono/Gita Amanda
Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : press tv
Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Snapchat Siap Saingi Facebook dan Twitter
WASHINGTON DC -- Setelah Facebook dan Twitter terbukti bisa memanfaatkan penggunanya untuk meraup pemasukan iklan, giliran Snapchat dilirik investor. Snapchat bahkan divaluasi tiga...