Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Negara Barat tak Akui Otoritas Hamas'

Selasa, 15 Mei 2012, 15:27 WIB
Komentar : 0
AP/Adel Hana
Aktivis Palestina mengibarkan bendera Palestina sambil memegang kertas suara pemilu saat menggelar demonstrasi menyerukan pemilu dan bergabungnya Fatah dan Hamas di Gaza City, Palestina, Rabu (25/1).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Seorang pendiri kelompok Islam Hamas telah mengatakan pada Euronews mengenai sikap Eropa atas kontrolnya terhadap Gaza. Selama ini Uni Eropa, Israel dan Amerika Serikat tak mengakui otoritas Hamas.

Selama ini negara Barat menggambarkan, Hamas sebagai organisasi teroris. Padahal menurutnya, pada 2006 lalu kelompok ini meraih kemenangan dalam pemilihan parlemen Palestina.

"Kita harus memerintah di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem, karena ini adalah hasil pemilu," ujar Mamoud al-Zahar, salah satu pendiri Hamas di Gaza.

Menurutnya negara Barat saat ini memandang sinis dunia Islam dan pengaruhnya pada dunia. Mereka secara khusus tak ingin menerima hasil pemilu yang bebas dan adil.

Dalam wawancara yang disiarkan Euronews, al-Zahar memberi komentar pada kerusuhan yang berlangsung di Suriah dan tindakan terhadap Iran terkait ambisi nuklirnya.

Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Heri Ruslan
1.345 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  mohammad tayyib Rabu, 16 Mei 2012, 11:54
hamas adalah pemenang pemilu,jd kekuasaan sah krn dipilih oleh rakyat secara demokratis.kl para pemimpin eropa,israel dan ameriaka tdk mengakuinya wajar karena mereka adlh pemimpin diktator, kl mereka menganggap hamas sebagai organisasi teroris jg wajar krn mereka "maling yg teriak malin"
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...