REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Seorang pendiri kelompok Islam Hamas telah mengatakan pada Euronews mengenai sikap Eropa atas kontrolnya terhadap Gaza. Selama ini Uni Eropa, Israel dan Amerika Serikat tak mengakui otoritas Hamas.
Selama ini negara Barat menggambarkan, Hamas sebagai organisasi teroris. Padahal menurutnya, pada 2006 lalu kelompok ini meraih kemenangan dalam pemilihan parlemen Palestina.
"Kita harus memerintah di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem, karena ini adalah hasil pemilu," ujar Mamoud al-Zahar, salah satu pendiri Hamas di Gaza.
Menurutnya negara Barat saat ini memandang sinis dunia Islam dan pengaruhnya pada dunia. Mereka secara khusus tak ingin menerima hasil pemilu yang bebas dan adil.
Dalam wawancara yang disiarkan Euronews, al-Zahar memberi komentar pada kerusuhan yang berlangsung di Suriah dan tindakan terhadap Iran terkait ambisi nuklirnya.