Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Palestina-Israel Capai Kesepakatan, Aksi Mogok Makan Massal Dihentikan

Selasa, 15 Mei 2012, 14:41 WIB
Komentar : 0
AFP
Warga Palestina membawa poster tahanan Palestina di Israel yang mogok makan memprotes penahanan adminstratif

REPUBLIKA.CO.ID, JERUSALEM -- Narapidana Palestina di penjara-penjara Israel pada Senin (14/5) waktu setempat sepakat untuk mengakhiri aksi mogok makan yang hampir berlangsung selama sebulan. Keputusan ini dilakukan setelah Palestina dan Israel mencapai kesepakatan dalam perundingan yang ditengahi Mesir.

Dinas Penjara Israel (IPS) menegaskan bahwa kesepakatan itu akan mengakhiri aksi mogok makan massal meliputi lebih dari 1.600 tahanan yang dimulai pada 17 April. Salah satu isi butir kesepakatannya adalah para tahanan Palestina akan menahan diri dari kegiatan teroris di dalam penjara.

Komitmen narapidana untuk tidak terlibat dalam terorisme di dalam tembok penjara, sebagaimana pernyataan IPS, terjadi dalam pertukaran beberapa hak istimewa yang telah diambil sebelum pertukaran tawanan prajurit Israel Gilad Shalit pada Oktober lalu. Israel juga telah setuju untuk mengembalikan tahanan sel isolasi ke sel para tahanan lainnya. Butir kesepakatan lainnya memungkinkan kunjungan keluarga narapidana yang tinggal di Gaza, mengakhiri penahanan administratif serta pengembalian ponsel dan televisi ke sel-sel mereka.

''Para tahanan mogok makan saat ini berada di bawah pengawasan medis untuk memastikan bahwa mereka tidak akan menderita ketika menyantap makanan lagi,'' kata pernyataan itu.

Para pemimpin tahanan Palestina menandatangani perjanjian atas nama semua narapidana pelaku aksi mogok makan dari semua kelompok dan organisasi termasuk Jihad Islam dan Hamas.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara/Xinhua-0ANA
1.366 reads
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...