Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pemukim Israel Menyerang Makam Nabi Yusuf

Tuesday, 24 April 2012, 16:51 WIB
Komentar : 0
Makam Nabi Yusuf di Nablus
Makam Nabi Yusuf di Nablus

REPUBLIKA.CO.ID, Militer rezim Tel Aviv mendukung pemukim Israel menyerbu makam Nabi Yusuf di timur utara Tepi Barat kota Nablus. Mereka beralasan nabi dan tokoh suci Yahudi dimakamkan di wilayah tersebut.

Para pemukim Israel menyerang makam Nabi Yusuf di Nablus, Selasa (24/4) pagi, di bawah perlindungan tentara Tel Aviv. Makam suci Nabi Yusuf di Nabulus biasanya menjadi target bentrokan dan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina.

Pemukim Israel berusaha merebut makam Nabi Yusuf, Masjid Bilal bin Rabah di desa Huwwara Betlehem dan Haram al-Ibrahimi di kota al-Khalil di wilayah Tepi Barat. Mereka beralasan nabi dan tokoh suci Yahudi dimakamkan di daerah pemukiman Palestina.

Selama ini pemukim Israel di Tepi Barat, sebagian besar dipersenjatai. Mereka secara teratur menyerang desa-desa dan peternakan milik warga Palestina. Tak hanya itu mereka juga membakar masjid-masjid, kebun zaitun dan properti Palestina lainnya di Tepi Barat. Padahal permukiman Israel di Tepi Barat ilegal berdasarkan hukum internasional.

Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...