Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Israel, Pengusul Sekaligus Penghancur Solusi Dua Negara

Rabu, 11 April 2012, 02:04 WIB
Komentar : 0
AP
Pembangunan pemukiman Yahudi di kawasan timur Yerusalem

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Pengamat tetap Palestina di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Riyadh Mansour, mengungkapkan bahwa pemerintah Israel lah yang selama ini menghancurkan tawaran mereka akan solusi dua negara, Palestina dan Israel. Mansour mengatakan, sudah jelas bagi Israel yang ingin warga Palestina keluar dari tanah mereka. Sehingga, negara ini dapat memperluas pemukiman ke Har Gilo dan menyelesaikan rantai koloni mereka di sekitar Yerusalem.

"Tindakan Israel lah yang mencegah pertumbuhan alami kota dan desa Palestina," ungkap Mansour yang dilansir dari International Middle East Media Center (imemc.org), Selasa (10/4).

Protes Mansour ini telah ia sampaikan melalui surat kepada Sekjen PBB, Kepala Dewan Keamanan dan kepala Majelis Jenderal PBB. Dalam surat itu, Mansour menjelaskan secara detail bagaimana pendudukan Israel yang telah menghambat semua kemungkinan solusi dua negara.

Pemerintah Israel di bawah Benyamin Netanyahu, menurut Mansour, telah mengeluarkan instruksi membangun 827 pemukiman Yahudi ilegal. Pemukiman itu berada di Har Homa (Jabal Abu Ghneim) di bagian barat Yerusalem Timur dan sebanyak 180 unit di permukiman Givat Zeev, utara Yerusalem Timur.

"Kebijakan ini memaksa puluhan keluarga Palestina untuk berimigrasi", katanya. Israel dan pemukim Yahudi terus melakukan serangan terhadap tanah warga Palestina dan harta benda mereka. Mansour menuntut masyarakat internasional dan Dewan Keamanan untuk membuka hati atas kegiatan ilegal Israel terhadap warga Palestina di wilayah-wilayah pendudukan.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Dewi Mardiani
3.603 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  noor falih Rabu, 11 April 2012, 06:20
'penjajahan diatas dunia, harus dihapuskan' apapun alasannya
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda