
REPUBLIKA.CO.ID,DOHA -- Konferensi Internasional Perlindungan Baitul Maqdis, digelar di Doha, ibukota Qatar, dan dihadiri oleh 350 orang pendukung Baitul Maqdis dari dunia Islam dan Barat.
Fars News (25/2) melaporkan, Konferensi Internasional Perlindungan Baitul Maqdis itu akan digelar Ahad (26/2) dan berlangsung selama tiga hari. Konferensi tersebut akan diresmikan oleh Emir Qatar dan dihadiri oleh Pemimpin Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas, Sekjen Liga Arab, Nabil al-Arabi, dan Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI), Ekmeleddin Ihsanoglu.
Konferensi itu digelar dengan dukungan Liga Arab dan memiliki beberapa komisi, termasuk komisi Baitul Maqdis, komisi hukum dan sejarah, komisi Baitul Maqdis dan aksi Israel, serta komisi peran lembaga-lembaga sipil dalam perlindungan terhadap Baitul Maqdis.
Komisi-komisi tersebut akan membahas program kerja mereka dalam dua hari dan menyerahkan hasil analisanya untuk diiplementasikan dalam deklarasi akhir konferensi ini. Deklarasi tersebut akan mencakup perlawanan terhadap judaisasi Baitul Maqdis dan serangan terhadap nilai-nilai sakral umat Islam dan Kristen.
Dalam konferensi tersebut selain negara-negara Arab, hadir juga delegasi dari Turki, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Rusia, Cina, Inggris, Italia, Jerman, dan Belanda.
indonesia mah hnya bsa ya koropsi.....ga mngkin dtang acra2 islam dunia.....tkus2 kntor msih bnyak sih jdi ssah untk ngrusin agama.
Balasmana delegasi dari Indo, ktnya islam terbesar tapi pemimpinnya g ada yg datang??
2 Balasandi indonesia juga banyak komisi.......maksudnya komisi bagi2 keuntungan gt...lu berape ane berape.....
Pemimpin indonesia lagi sibuk ngatur strategi untuk korupsi....jd boro2 ikut ksana....mereka lagi sibuk ngatur anggaran2 ngg penting bagi rakyat untuk mereka korupsi bersama2.....