Sabtu, 9 Jumadil Awwal 1436 / 28 Februari 2015
find us on : 
  Login |  Register

Menhan AS: Setahun Lagi Senjata Nuklir Iran Siap

Selasa, 31 Januari 2012, 09:20 WIB
Komentar : 2
AP
Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta.
Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta.

REPUBLIKA.CO.ID, Washington - Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, mengatakan bahwa Iran hanya butuh satu tahun untuk memproduksi senjata nuklir.

Dalam sebuah wawancara di acara CBS 60 Minutes,  Panetta mengungkapkan panjang lebar tentang program nuklir Iran. "Jika mereka memutuskan untuk melakukannya, mungkin hanya perlu waktu sekitar setahun untuk dapat menghasilkan bom dan kemudian mungkin satu sampai dua tahun untuk menempatkannya," katanya.

Selama wawancara, Panetta menegaskan kembali oposisi Obama terkait program nuklir Iran. "Posisi Amerika Serikat dan Presiden sudah jelas. Kita tidak ingin Iran mengembangkan senjata nuklir. Itu sudah harga mati bagi kita," katanya.

Pandangan yang sama, tambah Panetta, juga dianut Israel. "Kami berbagi tujuan umum di sini," katanya kepada CBS.

Bagaimana jika Iran tak mundur dari proghram itu? " Kami akan mengambil langkah apapun yang diperlukan untuk menghentikannya," tambahnya.

Sebuah delegasi enam anggota dari badan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), tiba di Teheran pada hari Ahad, menurut laporan televisi negara Iran.

Sebelumnya, sumber yang dekat dengan IAEA mengatakan kunjungan itu tidak akan melibatkan inspeksi fasilitas nuklir melainkan akan fokus pada melanjutkan pembicaraan tentang program nuklir Iran.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Haaretz
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Mahkamah Agung AS Pertimbangkan Gugatan Diskriminasi Hijab
WASHINGTON DC -- Seorang perempuan Muslimah AS asal Oklahoma kini menunggu putusan Mahkamah Agung terkait gugatan diskriminasi oleh jaringan toko pakaian Abercrombie and...