PBB Terus Mengecam, Israel Tetap Hancurkan Permukiman Palestina
REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT---Perserikatan Bangsa Bangsa menyeru Israel segera menghentikan penghancuran rumah orang Palestina di Tepi Barat setelah laporan peningkatan permukiman Yahudi tahun 2011. Israel menghancurkan 622 rumah orang Palestina. Menurut Koordinator Urusan Kemanusiaan PBB, Israel menggusur paksa hampir 1100 orang warga Palestina yang sebagian besar adalah anak-anak.
“Kebijakan Israel dan praktik penghancuran ini menyebabkan penderitaan kemanusiaan. Ini harus dihentikan,” kata koordinator kemanusiaan PBB untuk penjajahan wilayah Palestina, Maxwell Gaylard.
Gaylard mengatakan, penghancuran permukiman Palestina meningkat dari tahun ke tahun. Rakyat Palestina terancam tetap berasa di bawah kuasa Israel yang dengan enaknya merampas, membongkar dan memindahkan mereka. Sementara Israel, menyatakan penghancuran dilakukan karena permukiman dibangun tanpa izin.
Gaylard melihat tujuh rumah warga Palestina dihancurkan pada pekan ini. Saat itu, ia berada di desa dekat Yerusalem dan melihat buldoser dan pasukan tiba tengah malam kemudian menghancurkan rumah-rumah. “Tanggal 23 Januari, 52 orang termasuk 29 dipaksa keluar dari rumah mereka. Kemudian, dengan sekejap rumah-rumah mereka hancur,”katanya dalam sebuah pernyataan.
Penghancuran yang dilakukan pada Senin malam itu dilakukan Israel dengan alasan tak memiliki perizinan pembangun rumah. Sementara Komite Israel Menentang Penghancuran Rumah (ICAHD) mengatakan pasukan Israel menghancurkan Beit Arabiya, rumah keluarga dan "pusat perdamaian" di Anata. Israel telah menghancurkan rumah tersebut sebanyak lima kali sejak 1994.
Sebelumnya, Palestina menolak untuk kembali ke meja perundinganan dengan Israel karena Israel terus membangun permukiman di wilayah Palestina. "Pertemuan hari ini adalah yang terakhir dan tidak akan ada pembicaraan lebih lanjut dengan pihak Israel," ujar seorang pejabat senior Palestina yang tidak disebut namanya Kamis lalu.
1387 reads





ah
Balasisrael yang menduduki palestina bukan lah orang usrael yang sebenarnaya tapi orang bule yang terlahir dari hasil asimilasi perkawinan campur antara arab dan barat, israel yang sebenarnya adlah mreka orang palestina yang sekarang, smua itu sebatas alasan orng kafir barat tuk menguasai palestina
Balas