Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Ahmadinejad: Lihat Saja, Yahudisasi Jerusalem Akan Berujung Kehancuran Israel

Rabu 04 January 2012 06:27 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad

Foto: reuters

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Presiden Iran mengatakan upaya Israel untuk me-yahudisasi Jerusalem akan membawa rezim Zionis itu pada jurang kehancuran. Ia juga menyebut, pendudukan Israel atas tanah Palestina adalah topik yang paling penting di dunia abad ini.

Berbicara kepada sebuah delegasi untuk Kelompok Persahabatan Parlemen Turki-Palestina, Ahmadinejad seperti dikutip oleh televisi pemerintah Iran menyatakan, "Zionis, yang tidak memiliki keyakinan agama atau bahkan Tuhan, sekarang menyatakan kesalehan dan berniat untuk mengambil identitas Islam dari Kota Suci Al Quds."

"Ini langkah konyol," lanjutnya, "Yang  sebenarnya kelanjutan dari kebijakan kolonialis dari penindas, yang tidak akan menyelamatkan rezim Zionis, tetapi justru membawa rezim lebih dekat ke titik akhir dari keberadaannya," tambah presiden Iran.

Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran, Ali Larinjani, mengatakan, Zionis tengah menciptakan identitas Yahudi di Al-quds. Dunia Islam, katanya, perlu mewaspadai upaya rezim Zionis Israel yang berupaya untuk mengubah serta menghapus budaya dan identitas Islam di Al-Quds -- tempat suci ketiga bagi umat Islam.

Berbicara tentang konflik Israel-Palestina, Ahmadinejad seperti dikutip oleh kantor berita resmi Iran Iran, Ahmadinejad mengatakan bahwa "masalah Palestina adalah masalah utama di kawasan dan seluruh dunia dan tidak ada yang bisa mengabaikannya."

Iran telah terlibat dalam kebuntuan diplomasi dengan Barat atas program nuklirnya yang kontroversial, yang diklaim Israel dan Amerika Serikat memiliki aspek militer.

Baru-baru ini, Iran dan Amerika Serikat telah terlibat dalam adu lisan yang panas melalui ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz - jalur air penting untuk distribusi pasokan minyak mentah Teluk Persia  - jika sanksi Barat pada sektor minyak dijatuhkan.

Sumber : Haaretz
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES