Israel Ancam Tutup Akses Masuk Masjid Al-Aqsha

Selasa, 13 Desember 2011, 17:36 WIB
Israel Ancam Tutup Akses Masuk Masjid Al-Aqsha
Masjid Al Aqsa

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA - Pejabat Israel mengancam akan menutup akses masuk Masjid Al Aqsha bagi kaum Muslimin. Ancaman itu merupakan upaya Israel menekan Palestina menyetujui penghancuran jembatan pintu barat menuju masjid Al Aqsha.
 
Seperti dikutip surat kabar Israel Yedeot Aharonot edisi Senin (12/12), pejabat yang diketahui bernama Sasson Gabai itu mengatakan semua gerbang masjid Al Aqsha harus ditutup bagi kaum Muslimin. Hal tersebut guna mencegah mereka masuk ke dalamnya.

"Penutupan itu berlaku sampai departemen wakaf menyetujui penghancuran jembatan pintu barat menuju masjid Al Aqsha," kata dia.
 
Gabai yang menandatangi petisi para anggota dewan kota Israel di Al Quds itu menyatakan penutupan Masjid Al-Aqsha merupakan perlu mendapat respon Kementerian Keamanan Dalam Negeri Israel. "Kami, para anggota Dewan Kota, meminta Menteri menggunakan wewenangnya untuk mencegah diskriminasi terhadap warga Yahudi," kata dia.

Sementara itu, Dewan Tinggi Islam di Al Quds mengecam seruan yang dikeluarkan para pejabat Israel untuk menutup masjid Al Aqsha dan mencegah para jamaah kaum Muslimin masuk ke dalamnya. Dewan menyebut tindakan itu sembrono dan tidak bertanggung jawab.
 
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (12/12), Dewan Tinggi Islam mengatakan Yahudi tidak memiliki hubungan dengan tembok barat masjid Al Aqsha (Al Barak) dan juga jembatan pintu barat menuju masjid Al Aqsha yang melekat dengan tembok Al Barak. ''Semuanya adalah wakaf Islam dan menjadi kewenangan wakaf Islam untuk merenovasi dan mengawasinya.”
 
Dewan Tinggi Islam menilai Israel harus bertanggung jawab penuh atas longsornya sebagian tembok barat yang berada di sisi barat daya kota Al Quds. Longsor terjadi akibat penggalian dan aktivitas pembangunan Zionis di kawasan tersebut.

Redaktur: Didi Purwadi
Reporter: Agung Sasongko
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku pernah memberi wewangian Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam untuk ihramnya sebelum berihram dan untuk tahallul-nya sebelum melakukan thawaf di Ka'bah. Muttafaq Alaihi.(HR Muslim)
ali suhada, Kamis, 15 Desember 2011, 07:43

Hanya sekaedar ancaman...........

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...