
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA - Anggota Biro Politik Hamas, Saleh Arori, mengatakan Israel pada Selasa (13/12) ini mulai mengumpulkan tawanan Palestina yang akan dibebaskan. Pembebasan tersebut merupakan tahap kedua kesepakatan pertukaran tawanan antara Hamas dan Israel pada 11 Oktober lalu.
"Pembebasan tawanan bisa dilakukan kapan saja setelah mereka dikumpulkan di penjara Nagev untuk mereka yang berasal dari Jalur Gaza. Penjara Ofer untuk mereka yang berasal dari Tepi Barat," kata Arori seperti dikutip infopalestina.com, Selasa (13/12).
Arori mengatakan batas akhir waktu pembebasan tawanan jatuh pada 18 Desember. Tanggal tersebut sesuai dengan apa yang disepakati di Kairo dalam perjanjian pertukaran tawanan. Tahap kedua ini akan dibebaskan 550 tawanan Palestina dari mereka yang sakit, usia lanjut, anak-anak dan para tawanan lain yang belum ada penjelasan.
Sebelumnya, petukaran tawanan terjadi pada 18 Oktober lalu atau tujuh hari setelah tercapainya kesepakatan yang diumumkan secara resmi pada 11 Oktober. Sesuai dengan kesepakatan, maka tanggal 18 Desember itu sebanyak 550 tawanan Palestina harus dibebaskan. Dengan demikian, total tawanan yang dibebaskan menjadi 1000 tawanan laki-laki dan 27 tawanan wanita.
Sebelumnya Israel pernah membebaskan 20 tawanan wanita. Dua di antaranya dari Jalur Gaza pada 2 Oktober 2009. Imbalan penyerahannya adalah kaset video berdurasi 2,5 menit yang membuktikan bahwa Gilad Shalit masih ditahan Hamas dan hidup. Dengan demikian, jumlah total tawanan yang dibebaskan untuk pembebasan Shalit sebanyak 1.047 tawanan.