Wednesday, 24 Syawwal 1435 / 20 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ulah Terkini Israel, Desak PM Netanyahu Rebut Kembali Makam Nabi Yusuf

Thursday, 24 November 2011, 17:53 WIB
Komentar : 0
allposters.com
Yahudi ultra-ortodok tengah beribadah di makam Nabi Yusuf di kota Nablus
Yahudi ultra-ortodok tengah beribadah di makam Nabi Yusuf di kota Nablus

REPUBLIKA.CO.ID,  NABLUS - Menteri Dalam Negeri Israel, Elly Yasha menyerukan agar pemerintah Israel kembali merebut kuburan Yusuf di kota Nablus. “Tempat ini milik kami dan harus menguasai kembali kuburan Yusuf dan kesepakatan Oslo harus diperbaiki," kata Yasha seperti dilansir harian Israel versi online, Yediot Aharonot, Kamis (24/11).
 
Seperti dikutip info Palestina, Rabu (23/11) Malam,  Yasha memimpin 1500 pemukim yahudi dengan penjagaan ketat pasukan gabungan Israel dalam jumlah besar, guna berziarah di kuburan Yusuf. Acara ziarah sekaligus doa bersama itu merupakan bagian dari tradisi Yahudi untuk memperingati haul para nabi dan pemuka agama mereka.
 
Nablus, yang dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan nama Shechem, adalah sebuah kota di tepi barat utara Palestina, sekitar 63 km dari utara Yerusalem. Terletak di posisi strategis antara Gunung Ebal dan Gunung Gerizim.
 
Pada tahun 636, Nablus berada di bawah kekuasaan kekhalifahan Islam, Umar al-Khattab. Kemudian pada tahun 1099, Tentara Salib menguasai kota ini selama kurang dari satu abad. Setelah itu Saladin Ayyub berhasil merebutnya kembali. Pada tahun 1187, Nablus dikuasai kerajaan Mamluk kemudian kerajaan Ottoman.
 
Pada akhir 1948 terjadi perang Arab-Israel, yang akhirnya Nablus jatuh ke tangan Yahudi. Sejak tahun 1995, kota ini diatur oleh Otoritas Nasional Palestina.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar