Thursday, 4 Syawwal 1435 / 31 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Air Tanah di Jalur Gaza Tidak Layak Minum

Monday, 31 October 2011, 11:36 WIB
Komentar : 0
Info Palestina
Warga Gaza mengambil air minum di sebuah pompa air.
Warga Gaza mengambil air minum di sebuah pompa air.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Kepala Otoritas Kualitas Lingkungan Palestina, Dr Yusuf Ibrahim, mengingatkan bahwa sekitar 90 persen air tanah di Jalur Gaza tidak layak untuk digunakan manusia karena kadar garamnya yang tinggi.

Hal tersebut disampaikan Ibrahim dalam pertemuan pekanan para pejabat yang diselenggarakan biro penerangan pemerintah di kantornya di Gaza, Ahad (30/10).

Ibrahim menyesalkan kurangnya perhatian negara-negara Arab terhadap lingkungan. Jauh berbeda dengan perhatian negara-negara Eropa yang sangat peduli lingkungan, bahkan mengalokasikan anggaran yang begitu besar untuk masalah ini.

Menurut Ibrahim, solusi yang ditawarkan Otoritas Kualitas Lingkungan untuk mengatasi masalah ini adalah proyek pemompaan kembali air hujan. "Bisa direalisasikan dengan mewajibkan setiap rumah dan institusi membuat “tandon air” di bawah bangunan untuk menyimpan air hujan. Selain itu, kita bisa memanfaatkan kembali air wudhu untuk pertanian daripada memanfaatkan air tanah," jelasnya.

Ibrahim menambahkan, dibutuhkan waktu 20 tahun untuk tidak mengambil air tanah agar bisa digunakan lagi. "Masalah lingkungan terdiri dari sistem lingkungan dan mencakup semua unsur alam. Dan itu tanggungjawab bersama secara kolektif yang harus dijaga," katanya.

Tujuan Otoritas Kualitas Lingkungan, lanjut Ibrahim, adalah untuk melindungi sumber daya air dan menjaganya. Kebijakan otoritas ini fokus pada perlindungan, pemantauan, pengawasan, penyuluhan dan penyadaran sesuai dengan undang-undang lingkungan.


Redaktur : Chairul Akhmad
Sumber : Info Palestina
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar